Umum

110 Ribu Pekerja di Kota Pekalongan Belum Punya Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Mahasiswa KKN

Sebanyak 110.403 pekerja di Kota Pekalongan hingga kini belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Angka itu setara 68,2 persen dari total 161.875 pekerja yang masuk…

Admin · ⏱ 2 mnt baca
Diterbitkan:
110 Ribu Pekerja di Kota Pekalongan Belum Punya Jaminan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Mahasiswa KKN
Foto: Pekalonganinfo

PEKALONGAN — Pekalonganinfo – Sebanyak 110.403 pekerja di Kota Pekalongan hingga kini belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Angka itu setara 68,2 persen dari total 161.875 pekerja yang masuk cakupan potensi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Pekalongan.

Data tersebut diungkapkan Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, di sela peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Pekalongan, Jumat (4/9/2026). Per 31 Agustus 2026, baru 51.472 pekerja atau sekitar 31,8 persen yang sudah terdaftar sebagai peserta.

"Momentum Hari Pelanggan Nasional ini menjadi penegas komitmen kami untuk memastikan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan semakin baik," kata Agung.

Fokus ke Pekerja Informal

Mengusung tema "Think Customer", Agung menyebut Harpelnas jadi pengingat untuk terus memahami kebutuhan peserta. Komitmen itu dijalankan lewat tiga prinsip: melayani, melindungi, dan memberdayakan.

Selain membenahi mutu layanan, perluasan kepesertaan diarahkan ke sektor pekerja informal yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan telah menyalurkan klaim sebesar Rp46,2 miliar kepada 4.637 pekerja. Manfaat tersebut mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan beasiswa.

"Harapannya, makin banyak pekerja dan keluarga yang dapat merasakan manfaat nyata dari jaminan sosial ketenagakerjaan ini," ujarnya.

Mahasiswa KKN Jadi Agen Edukasi

Sebagai langkah memperluas cakupan, BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan. Kartu kepesertaan diserahkan kepada mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang sekaligus didorong menjadi agen edukasi jaminan sosial di masyarakat.