Kecelakaan Naik Jadi 86 Kasus, Dua Jalan di Kota Pekalongan Masuk Black Spot
Jalan Dr. Sutomo dan Jalan HOS Cokroaminoto resmi dipetakan sebagai titik rawan kecelakaan black spot paling fatal di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota. Pemetaan ini didasarkan pada tingginya…
Jalan Dr. Sutomo dan Jalan HOS Cokroaminoto resmi dipetakan sebagai titik rawan kecelakaan (black spot) paling fatal di wilayah hukum Polres Pekalongan Kota. Pemetaan ini didasarkan pada tingginya frekuensi kecelakaan yang memakan korban jiwa sepanjang Januari-Juli 2026. Data Satlantas Polres Pekalongan Kota mencatat, meski jumlah korban meninggal dunia turun menjadi 14 jiwa dibanding periode yang sama tahun lalu (20 korban jiwa), secara kuantitas angka kecelakaan lalu lintas justru naik tipis menjadi 86 kasus per Januari-Juli 2026. Dari deretan kasus tersebut, pengendara sepeda motor usia produktif, yakni rentang 16-25 tahun dan 31-50 tahun, menjadi kelompok yang paling mendominasi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pekalongan Kota, Ipda Jamari, membeberkan bahwa faktor kelalaian manusia (human error) seperti mengantuk, bermain ponsel saat berkendara, hingga pelanggaran lalu lintas masih menjadi pemicu utama musibah di jalan raya.
"Penentuan black spot didasarkan pada kuantitas timbulnya kecelakaan yang mengakibatkan fatalitas tinggi atau korban meninggal dunia. Kami imbau masyarakat menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan utama saat berkendara," ujar Jamari, Jumat (28/8/2026).
Tak hanya titik rawan maut, kepolisian juga menyoroti dua simpul kemacetan parah (trouble spot) yang setiap hari menyiksa pengendara, yakni persimpangan Jalan Merdeka-Jalan Pemuda serta area Jalan Dr. Setiabudi-Jalan Dr. Sutomo.
Kepadatan rutin terjadi pada jam sibuk pagi (07.30-08.30 WIB) dan sore hari (16.00-17.30 WIB). Belum tersedianya jalur lingkar di Kota Pekalongan memaksa seluruh arus kendaraan luar kota menumpuk di jalur Pantura. Situasi kian parah akibat penyempitan jalan dari empat lajur menjadi dua lajur di kawasan Dr. Setiabudi, serta tundaan arus akibat perlintasan kereta api sebidang di Jalan Merdeka.
Di sisi lain, kawasan Exit Tol Setono juga masih masuk dalam radar pengawasan ketat petugas akibat maraknya aktivitas balap liar yang meresahkan warga.
Menyikapi peta kerawanan ini, Satlantas mengerahkan edukasi masif ke sekolah dan kampus melalui Unit Kamsel, sembari memperketat patroli penjagaan di jam-jam rawan guna menekan angka fatalitas di jalan raya.


