Rembug Bareng Aksi Penyelamatan Kali Lodji Atasi Limbah dan Pencemaran
Perkembangan industri pembuatan batik di Kota Pekalongan Jawa Tengah di satu sisi memang tumbuh dengan pesat.
Halaman 2 dari 2 — kembali ke awal artikel
Perwakilan BRIN, Dr Dede Heri Yuli Yanto,M Agr memaparkan ujicoba teknologi enzymatik dan polyglu,dimana dalam teknologi ini menggunakan mikop yang menghasilkan enzym yang akan mendegradasi/memakan pewarna dari air limbah yang dihasilkan sehingga air menjadi jernih dan hasil proses degradasi tersebut akan menghasilkan CO2dan H2O agar nantinya tidak menghasilkan limbah sampingan.
"Teknik flokulasi itu teknik dengan secara kimia maupun menggunakan bahan hayati untuk mengikat pewarna sehingga pewarna tersebut akan mengendap dan air akan menjadi jernih,sehingga akan menghasilkan endapan lagi yang nantinya harus dikeringkan/disimpan. Penelitian ini sudah lama dan sudah diuji cobakan dengan berbagai jenis limbah yang dihasilkan dari UMKM Kota Pekalongan dan dinilai sudah berhasil hanya saja saat ini masih skala laboratorium. Sedangkan,minggu kemarin sudah skala besar mudah-mudahan teknologi ini bisa berhasil dan siap diaplikasikan di Kota Pekalongan," papar Dede.
Dede menerangkan,kapasitas penampungan limbah dalam pemanfaatan teknologi enzymatic ini besarannya tergantung bak penampungan yang sudah ada maupun sistem IPAL yang digunakan UMKM tersebut. Untuk anggaran yang dialokasikan untuk teknologi ini kisaran Rp6 juta dengan kapasitas 1 ton produksi.
"Harapannya Pemprov ataupun Pemkot setempat bisa terus bekerjasama dengan BRIN untuk memproduksi secara massal dan diaplikasikan ke UMKM untuk menjadi percontohan,jika ini sudah sukses berhasil,air limbah lain akan diujicobakan juga dan bisa diperbanyak untuk UMKM Kota Pekalongan khususnya yang berada di sepanjang Kali Lodji secara bertahap," beber Dede.
Upaya-upaya penanganan ini diapresiasi oleh Pemerintah Kota Pekalongan yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Kota Pekalongan,Hj Sri Ruminingsih,SE,MSi. Sekda Ning,sapaan akrabnya menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas inisiasi bersama terkait dengan pengolahan limbah batik di Kota Pekalongan yang bisa diolah secara green economy sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs).
"Oleh karena itu,harapannya solusi yang sekarang belum teratasi secara masif,mudah-mudahan dengan adanya inovasi ini bisa memberikan harapan Kota Pekalongan dalam mengolah limbah batik dengan semakin baik secara green economy,"pungkas Sekda Ning.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Laporan: Admin