Eceng Gondok Sungai Loji Pekalongan Dibersihkan Bertahap, DLH Targetkan Sampai Grogolan
Dinas Lingkungan Hidup DLH Kota Pekalongan terus melakukan pembersihan eceng gondok yang menumpuk di Sungai Loji secara bertahap. Setelah melakukan pembersihan di kawasan Krapyak, petugas kini…
PEKALONGAN — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan terus melakukan pembersihan eceng gondok yang menumpuk di Sungai Loji secara bertahap. Setelah melakukan pembersihan di kawasan Krapyak, petugas kini bergerak menyisir aliran sungai ke arah selatan dengan target mencapai Jembatan Grogolan di jalur Pantura pada akhir 2026.
Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo, mengatakan pembersihan eceng gondok menjadi salah satu perhatian pihaknya menyusul pertumbuhan tanaman air tersebut yang dinilai sangat cepat. Saat ini, petugas telah melakukan pembersihan hingga jembatan di depan kantor PLN, kawasan Pesindon.
“Sekarang ini alhamdulillah pembersihan sudah sampai ke jembatan depan PLN, itu ada ke Pesindon. Alhamdulillah eceng gondok sudah bisa kita bersihkan sampai ke sana. Nanti setiap hari bertahap-tahap sampai arah ke selatan,” kata Joko saat ditemui di Kantor DLH, Rabu (21/10/2026).
Ia berharap upaya tersebut dapat terus berlanjut sehingga pembersihan eceng gondok bisa menjangkau lebih banyak bagian Sungai Loji. Targetnya, penanganan dapat mencapai Jembatan Grogolan di jalur Pantura sebelum akhir tahun ini.
“Mudah-mudahan di akhir tahun ini bisa sampai target saya itu bisa sampai Jembatan Grogolan di Jalan Pantura,” ujarnya.
Sebelumnya, DLH Kota Pekalongan bersama sejumlah instansi telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan penumpukan eceng gondok di kawasan Krapyak. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pusat Pengelolaan Sumber Daya Air (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, DPUPR Provinsi Jawa Tengah, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Joko menjelaskan, kegiatan pembersihan di kawasan tersebut berlangsung selama tiga minggu dengan menggunakan dua unit ekskavator serta melibatkan petugas patroli sungai dan personel dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dari total penumpukan eceng gondok yang membentang hampir 1,5 kilometer, pembersihan selama tiga minggu tersebut baru menjangkau sekitar 500 meter. Dengan demikian, masih terdapat kurang lebih satu kilometer area yang perlu ditangani pada tahap selanjutnya.