DIDUGA ANGGOTA GANGSTER DITANGKAP WARGA DI WONOKERTO, PEKALONGAN
PEKALONGAN – Warga Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penangkapan sejumlah remaja yang diduga anggota gangster pada Minggu dini hari hingga Minggu pagi, 8 November 2026.…
PEKALONGAN – Warga Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan penangkapan sejumlah remaja yang diduga anggota gangster pada Minggu dini hari hingga Minggu pagi, 8 November 2026. Penangkapan dilakukan warga bersama petugas setelah rombongan remaja tersebut masuk ke wilayah Wonokerto Kulon sejak sekitar pukul 01.00 WIB.
Berdasarkan video dan laporan warga yang beredar di media sosial, rombongan remaja itu berkeliling di kawasan Wonokerto Kulon pada Sabtu malam. Warga kemudian melakukan pengejaran karena merasa resah. Sebagian remaja yang tidak hafal jalan masuk ke jalan buntu, sawah, dan area tambak hingga akhirnya terkepung.
Penangkapan terjadi di beberapa titik berbeda. Titik yang paling ramai adalah di Desa Bebel, Wonokerto. Dalam video yang beredar, terlihat kerumunan warga yang mayoritas anak muda mengelilingi bak mobil terbuka tempat beberapa remaja tanpa baju duduk diamankan. Sejumlah petugas yang mengenakan rompi kuning tampak berusaha menahan massa agar tidak mendekat.
Selain di Bebel, penangkapan juga dilaporkan terjadi di Gang Remsi, kawasan Putra Sekawan, dan dekat Puskesmas Wonokerto Kulon. Pada Minggu pagi sekitar pukul 06.21 WIB, seorang warga masih mengabarkan ada satu orang yang diduga anggota rombongan tersebut bersembunyi di semak-semak tambak di utara Puskesmas Wonokerto Kulon. Hingga siang hari, belum ada kabar lanjutan apakah orang tersebut berhasil diamankan atau berhasil melarikan diri.
Dalam komentar warga yang mengikuti kejadian sejak awal, total remaja yang diamankan diperkirakan sekitar 16 orang di beberapa lokasi berbeda. Ada juga warga yang menyebut rincian per titik, yakni 11 orang di Remsi, 5 orang di Bebel, dan 1 orang di dekat puskesmas. Angka tersebut masih merupakan versi warga dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian.
Warga yang mengaku memperoleh informasi langsung menyebut rombongan tersebut berasal dari Kuripan Pekalongan dan Buaran. Namun motif kedatangan mereka ke Wonokerto belum diketahui secara pasti. Dalam salah satu video penjelasan, seorang warga menyebut kejadian ini sebagai pelajaran besar dan mengaku prihatin dengan kondisi orang tua para remaja tersebut.
Hingga Minggu siang, belum ada keterangan resmi dari Polres Pekalongan maupun Polsek Wiradesa mengenai identitas para remaja yang diamankan, usia mereka, barang bukti yang disita, maupun pasal yang akan dikenakan. Wilayah Kecamatan Wonokerto sendiri tidak memiliki polsek sendiri dan masuk dalam wilayah hukum Polsek Wiradesa. Seluruh informasi yang beredar saat ini masih bersumber dari video warga dan laporan masyarakat di Facebook dan Instagram.
Di media sosial, beredar pula rumor adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga berita ini dibuat, tidak ditemukan bukti atau konfirmasi yang mendukung rumor tersebut. Warga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Laporan: Redaksi