Puluhan Anak di Bawang Batang Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Puskesmas Dipadati Pasien
BATANG – Puluhan anak dari jenjang Taman Kanak-kanak TK hingga Sekolah Dasar SD di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dilaporkan mengalami gejala yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan…
BATANG – Puluhan anak dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, dilaporkan mengalami gejala yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan informasi warga dan rekaman yang beredar, makanan MBG tersebut dibagikan kepada siswa pada Selasa (22/9). Sejumlah anak kemudian mulai mengalami keluhan pada Selasa malam hingga Rabu pagi. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, muntah, diare, dan tubuh lemas.
Para korban kemudian dibawa ke Puskesmas Bawang untuk mendapatkan penanganan medis. Situasi di fasilitas kesehatan tersebut hingga Rabu petang terlihat cukup padat. Sejumlah ambulans dilaporkan berdatangan membawa maupun menjemput pasien, sementara warga memadati area sekitar puskesmas.
Aparat kepolisian dan TNI juga terlihat berada di sekitar lokasi untuk membantu mengatur situasi dan arus lalu lintas. Berdasarkan keterangan yang beredar di lapangan, sebagian pasien disebut harus mendapatkan penanganan lanjutan dan dirujuk ke rumah sakit.
Hingga Rabu petang, jumlah pasti anak yang mengalami gejala belum dapat dipastikan karena informasi dari lapangan masih berkembang. Penyebab munculnya keluhan juga belum diketahui dan masih memerlukan pemeriksaan medis maupun laboratorium untuk memastikan apakah berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi.
Penelusuran Pekalongan Info hingga sekitar pukul 18.30 WIB juga belum menemukan keterangan resmi terbaru dari Pemerintah Kabupaten Batang maupun instansi terkait yang menjelaskan jumlah korban dan penyebab kejadian.
Puskesmas Bawang sendiri merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten Batang yang memiliki fasilitas rawat inap dan layanan kegawatdaruratan dasar.
Pihak terkait diharapkan segera memberikan keterangan resmi mengenai jumlah korban, kondisi para siswa, asal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta hasil pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi.
Laporan: Admin

