Imbas Ramainya Abu Vulkanik Anak Krakatau, Harga Masker Naik 40 Persen di Pekalongan
Fenomena sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau turut membuat permintaan masker meningkat di sejumlah daerah. Kondisi serupa mulai terasa di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Kondisi…
PEKALONGAN — Fenomena sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau turut membuat permintaan masker meningkat di sejumlah daerah. Kondisi serupa mulai terasa di Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Kondisi ini berimbas pada langkanya stok masker di pasaran, terutama untuk jenis filtrasi tinggi seperti KN95, serta memicu kenaikan harga hingga 40 persen. Seorang pedagang masker di Kota Pekalongan, Nunung, mengungkapkan bahwa lonjakan perburuan masker oleh warga mulai terasa masif sejak Senin (7/9/2026).
Kelangkaan paling terasa pada jenis KN95 yang stoknya ludes baik di tingkat pedagang eceran maupun agen. “Kalau hari ini lagi langka. Soalnya kemarin itu pada berburu masker. Pas tadi saya belanja juga stoknya pada kosong,” kata Nunung saat ditemui di lapaknya, Selasa (8/9/2026). Menipisnya pasokan di pasar berimbas langsung pada lonjakan harga beli dari pihak distributor.
Kenaikan harga tersebut rata-rata menyasar seluruh jenis masker medis dengan persentase peningkatan yang lumayan signifikan. “Rata-rata naiknya 30, 40 persen,” ujarnya. Nunung yang telah berjualan masker sejak masa pandemi Covid-19 ini mengaku kesulitan mendapatkan pasokan dari distributor utama di Jakarta, seperti OneMed dan Careion yang sudah kosong selama sepekan terakhir. Pasokan masker medis yang bergantung pada pengiriman luar daerah membuat para pedagang eceran harus bersaing ketat untuk mendapatkan barang. “Enggak dibatasi. Cuma kan rebutan sama orang yang biasa belanja. Kemarin juga rebutan, kita kan sudah telat ambilnya,” ungkapnya.
Erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri dilaporkan menyebarkan abu vulkanik ke berbagai daerah. Maraknya imbauan penggunaan masker pelindung dari paparan abu vulkanik membuat masyarakat berbondong-bondong memborong masker.
Pedagang berharap pasokan dari produsen dan distributor besar dapat segera kembali normal.
Laporan: Admin

