Aduan Eceng Gondok di Sungai Pekalongan Direspons, Pembersihan Masif Dimulai Pekan Depan
Aduan warga terkait hamparan eceng gondok yang menutupi aliran sungai di Kota Pekalongan mulai mendapat respons resmi dari pemerintah daerah. Dinas Lingkungan Hidup DLH Kota Pekalongan telah…
PEKALONGAN — Aduan warga terkait hamparan eceng gondok yang menutupi aliran sungai di Kota Pekalongan mulai mendapat respons resmi dari pemerintah daerah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan telah melakukan pemantauan lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengeksekusi pembersihan eceng gondok yang kian meluas.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan serta Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) DLH Kota Pekalongan, Adi Usnan, menyampaikan bahwa persoalan ini merupakan fenomena tahunan yang biasanya memuncak pada pertengahan hingga akhir tahun. Kondisi pada 2026 ini tergolong cukup parah, dengan titik sebaran utama di kawasan belakang Polwil, Pesindon, serta hamparan terpanjang di kawasan Krapyak.
"Eceng gondok itu menjadi problem rutin setiap tahun. Biasanya sekitar bulan-bulan pertengahan sampai akhir tahun itu eceng gondok penuh," ujar Adi saat ditemui di kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Selasa (8/9/2026). Menurut Adi, pesatnya pertumbuhan eceng gondok dipicu oleh fungsi Sungai Loji sebagai penampung air atau long storage dalam sistem pengendalian banjir dan rob. Keberadaan Bendung Gerak Kertoharjo membuat aliran air menjadi tenang dan tergenang, sehingga menjadi media ideal bagi eceng gondok untuk berkembang biak. Selain itu, tingginya kandungan nutrisi dari sisa pengolahan batik, seperti pupuk urea, makin menyuburkan tanaman invasif tersebut.
Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pembersihan disepakati menggunakan alat berat ekskavator. Opsi penggelontoran air menuju laut dinilai tidak memungkinkan karena eceng gondok sudah sangat mampat dan menyatu dengan tumbuhan liar lain, ditambah lagi debit air di bendungan saat ini cenderung minim.
"Sudah begitu mampat. Ada eceng gondok, ada rumput, ada putri malu. Meskipun ada aliran, tetap diam," kata Adi.
Untuk menampung eceng gondok yang diangkat, DLH telah menyiapkan sejumlah lokasi penampungan sementara, di antaranya lahan milik Pertani di belakang Gedung Jetayu serta lahan di Gang Trinasi. Tanaman yang diangkut akan dibiarkan menumpuk di lokasi tersebut hingga mengering dan menyusut volumenya dengan bantuan sinar matahari.
Proses pengerjaan secara masif ditargetkan mulai berjalan pekan depan setelah pembersihan titik-titik kecil rampung. Petugas juga berencana memasang jaring pengaman di aliran sungai untuk menghalau kiriman eceng gondok susulan dari arah utara maupun selatan.
"Kami rencanakan minggu depan. Karena kami harus menyelesaikan titik-titik kecil biar bersih dulu. Kalau sudah, setelah bersih kami pasang jaring pengaman, biar tidak ada kiriman eceng gondok baik dari selatan maupun utara," ungkapnya.
Laporan: Admin

