Umum

Ditutup Istighosah dan Doa Bersama, Rangkaian Khitanan Massal Ke-61 NU Simbangkulon Resmi Berakhir

Malam ini adalah pembubaran panitia khitanan yang kita isi dengan istighosah dan doa bersama. Biasanya kan hanya seremonial atau rapat biasa, tapi kali ini kita undang warga untuk ikut berdoa bersama agar agenda-agenda NU ke depan berjalan lancar," ujar Nurul Haq usai acara.

Admin · ⏱ 2 mnt baca
Diterbitkan: · Diperbarui:
Ditutup Istighosah dan Doa Bersama, Rangkaian Khitanan Massal Ke-61 NU Simbangkulon Resmi Berakhir
Foto: Pekalonganinfo

PEKALONGAN - Rangkaian kegiatan Maulidiyah dan khitanan massal ke-61 Pimpinan Ranting (PR) Nahdlatul Ulama (NU) Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, resmi ditutup melalui istighosah dan doa bersama, Senin (21/9/2026) malam. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pembubaran panitia khitanan massal dan karnval yang sebelumnya telah menjalankan rangkaian kegiatan tahunan tersebut.

Pengurus PR NU Simbangkulon, Muhammad Nurul Haq, menjelaskan bahwa kegiatan doa bersama ini dikemas berbeda dari biasanya. Jika pembubaran panitia umumnya hanya diisi dengan rapat internal dan seremonial terbatas, kali ini pengurus melibatkan partisipasi luas dari warga setempat.

​"Malam ini adalah pembubaran panitia khitanan yang kita isi dengan istighosah dan doa bersama. Biasanya kan hanya seremonial atau rapat biasa, tapi kali ini kita undang warga untuk ikut berdoa bersama agar agenda-agenda NU ke depan berjalan lancar," ujar Nurul Haq usai acara.

​Acara yang dipusatkan di Simbangkulon tersebut dihadiri sekitar 300 warga, tokoh masyarakat, perwakilan takmir masjid dan musala, serta panitia khitanan massal. Unsur pemerintah dan aparat kewilayahan juga turut diundang, di antaranya lurah, Danramil, Kapolsek beserta sejumlah jajarannya.

Iklan

Iklan: MassQua Depot Air Minum

Nurul Haq menegaskan, dibubarkannya kepanitiaan edisi ke-61 bukan akhir dari pelayanan sosial Nahdlatul Ulama di Simbangkulon. Pihaknya memastikan tradisi khitanan massal akan tetap berlanjut pada tahun depan memasuki pelaksanaan ke-62.

​"Khitanan massal ke-62 pasti kita adakan lagi tahun depan. Kegiatan khitan ini tidak akan dihentikan karena sudah menjadi agenda sosial berkelanjutan dari PR NU Simbangkulon. Hanya saja, untuk konsepnya mungkin akan ada penyesuaian yang berbeda," terangnya.

​Melalui penutupan rangkaian kegiatan tahun ini, pengurus berharap keberkahan dan semangat kebersamaan yang terjalin dapat terus menjaga kekompakan warga serta memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat Simbangkulon.

​"Harapan ke depan tentu semua agenda keagamaan dan sosial kita dapat terus berjalan baik sesuai harapan bersama," pungkasnya.

Laporan: Admin

Iklan

Iklan: Arrahmah Tour

Baca Juga