Umum

Tradisi Rabu Pungkasan di Wonoyoso, Air Sumur Jadi Warisan Lintas Generasi

Tradisi tahunan Rabu Pungkasan kembali dihidupkan oleh masyarakat di Masjid Jami Wonoyoso, Kabupaten Pekalongan. Memasuki Rabu terakhir di bulan Safar dalam penanggalan Hijriah, masyarakat…

Redaksi · · ⏱ 2 mnt baca · 👁 2x dibaca

Halaman 2 dari 2 — kembali ke awal artikel

Harapan pengurus masjid itu pun tercermin langsung dari hadirnya para pengunjung yang setia menjaga tradisi secara turun-temurun. Salah seorang pengunjung, Naela, mengaku telah mengenal kebiasaan ini sejak ia masih kecil dan kini rutin memboyong anaknya untuk membawa pulang air sumur demi kebutuhan konsumsi keluarga.

“Sudah lama, orang saya masih kecil sudah ada tradisi seperti ini,” kata Naela. Semangat melestarikan warisan leluhur ini juga merambah ke generasi muda. Rima (18), remaja asal Sapugarut, sengaja datang bersama rekannya untuk meneruskan kebiasaan yang diajarkan orang tuanya sejak kecil. Ia mengaku ingin ikut melestarikan kebiasaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

“Untuk melestarikan budaya yang sudah ada,” ujar Rima.

Dari generasi yang lebih tua hingga anak muda, tradisi mengambil air di Masjid Jami Wonoyoso masih terus dijalankan setiap Rabu Pungkasan. Bagi masyarakat yang datang, tradisi tersebut tidak hanya menjadi kebiasaan tahunan, tetapi juga bagian dari warisan yang terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Iklan

Iklan: MassQua Depot Air Minum

Iklan

Iklan: Arrahmah Tour

Baca Juga