Jelang Hujan Tinggi Desember, BPBD Pekalongan Soroti Tanggul Rawan Jebol dan Penanganan Rob
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Pekalongan meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana akibat kerusakan tanggul, terutama menjelang periode hujan dengan intensitas tinggi pada…
Halaman 2 dari 2 — kembali ke awal artikel
Sementara itu, upaya penanganan persoalan rob di wilayah pesisir Kecamatan Tirto terus dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pengendali air. Ditemui terpisah, Kepala Desa Mulyorejo Samroni menyebut, progres pembangunan tanggul TNI di wilayahnya telah mencapai 40 persen saat peninjauan dilakukan.
“Sudah pada hari ini melihat pengerjaan di tanggul TNI sudah 40 persen. Pintu air sudah selesai, nah tinggal pembangunan rumah pompa di Karangjompo,” ujarnya, Jumat (23/10/2026).
Ia mengatakan, pembangunan tersebut menjadi salah satu upaya yang diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir. Dampak rob, menurutnya, tidak hanya dirasakan warga Mulyorejo, tetapi juga wilayah lain seperti Tegaldowo dan Karangjompo.
Samroni pun menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mengupayakan pembangunan tersebut. Ia meminta masyarakat bersabar sembari menunggu proses penanganan berjalan.
“Sabarlah, pemerintah masih mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat Mulyorejo,” katanya.
Penyelesaian pembangunan tanggul dan infrastruktur pendukung, termasuk rumah pompa, menjadi bagian penting dari upaya penanganan persoalan air di kawasan pesisir. Namun, perkembangan pekerjaan serta target penyelesaiannya masih perlu dikonfirmasi kepada dinas teknis terkait.
Laporan: Admin
Sumber data: Bahan liputan: BPBD Kab. Pekalongan