Karangdadap-Kedungwuni Mulai Terdampak Kekeringan, Aliran Air Mengecil saat Jam Puncak
Puncak musim kemarau mulai berdampak terhadap distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan. Perumda Air Minum Tirta Kajen mencatat tekanan aliran air mulai berkurang, terutama…
PEKALONGAN — Puncak musim kemarau mulai berdampak terhadap distribusi air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan. Perumda Air Minum Tirta Kajen mencatat tekanan aliran air mulai berkurang, terutama pada jam-jam puncak pemakaian.
Kabag Teknik Perumda Air Minum Tirta Kajen, Hari Widyanto, mengatakan kondisi tersebut mulai dirasakan pelanggan di sejumlah wilayah. Karangdadap dan Kedungwuni menjadi dua wilayah yang disebut mulai terdampak penurunan tekanan aliran.
“Kalau di wilayah Karangdadap maupun Kedungwuni itu (sudah terdampak). Terus kalau di wilayah Kajen, Wonopringgo, Karanganyar, Bojong, insya Allah masih bisa,” kata Hari saat ditemui, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, wilayah yang masih terlayani pun tetap mengalami penurunan tekanan, khususnya pada pagi dan sore hari ketika penggunaan air meningkat. Setelah melewati jam puncak, aliran air disebut kembali membaik.
Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Kajen bersama BPBD dan PMI terus melakukan distribusi air bersih menggunakan armada tangki. Dari sekitar lima armada yang tersedia, tiga di antaranya berasal dari BPBD dan PMI, sementara dua lainnya merupakan dukungan dari Perumda.
“Kalau per hari itu rata-rata 12 sampai 13 tangki, berarti satu minggu kurang lebih 80 tangki,” ujarnya.
Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 4.000 hingga 5.000 liter. Distribusi tidak hanya ditujukan bagi pelanggan Perumda, tetapi juga masyarakat nonpelanggan yang membutuhkan bantuan air bersih di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Hari mengatakan keterbatasan jumlah armada membuat proses distribusi harus dilakukan secara bergantian. Bahkan, pengiriman air dapat berlangsung hingga malam maupun dini hari karena masih terdapat antrean di sejumlah wilayah.

