OOPS MAMI Dilaunching, Olah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
Kota Pekalongan - Program Pemberdayaan Omah Olah Pilah Sampah Mandiri dan Berekonomi (OOPS MAMI) yang digeliatkan Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Lingkuhan Hidup (DLH) setempat untuk menangan
Halaman 2 dari 2 — kembali ke awal artikel
"Sehingga kalau tiap rumah sudah sadar warganya untuk mengelola sampah, maka jumlah sampah yang ada bisa berkurang minimal lebih dari separuh, sehingga anggaran yang ada bisa digunakan untuk masyarakat lagi," tegasnya.
Kepala DLH Kota Pekalongan, Joko Purnomo selaku inisiator OOPS MAMI menjelaskan bahwa, keberadaan inovasi ini dilatarbelakangi karena permasalahan sampah di TPA Degayu yang sudah overload kapasitasnya, dari kapasitas yang sudah sedikit ini, sehingga pihaknya muncul ide untuk harus memulai upaya dalam mengurangi agar tumpukan sampah yang ada tidak menambah beban TPA Degayu.
"Maka, kami ingin memanfaatkan sampah itu menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi, sehingga jika sudah berhasil, maka pengelola TPS3R disini bisa memiliki kemandirian karena sudah mendapatkan penghasilan dari hasil pengelolaan sampah yang diubah menjadi budidaya maggot, kasgot, kemudian dimanfaatkan ke budidaya ikan lele, pertanian hidproponik, peternakan untuk pakan unggas, dan sebagainya," beber Joko.
Joko memaparkan, untuk teknik pengelolaan sampah OOPS MAMI sedikit berbeda dari daerah lain, dimana biasanya sampah yang sudah menjadi pakan maggot itu dari sampah resto yang sudah dipilah sendiri, namun di TPS3R ini sudah didatangkan mesin pemilah sampah yang bisa memilah berbagai macam sampah dari masyarakat untuk dijadikan bubur sampah, dan plastik serta residu akan terpisah secara otomatis. Dari bubur sampah ini akan diletakkan di biofon untuk diberikan ke anakan maggot untuk memakan bubur sampah tersebut, sehingga tumbuh besar menjadi kasgot yang bisa dijual dan sebagian diternakan kembali menjadi lalat BSF (Black Soldier Fly).
"Siklusnya berulang, kami hanya mengeluarkan anggaran untuk membeli maggot pertama, setelah itu bisa dibudidayakan kembali. Jika produksi maggot dan lalat BSF berlebihan, maka kami akan mengembangkan di tanah-tanah bengkok milik Pemkot untuk lahan perikanan, pertanian serta peternakan dengan bekerjasama OPD terkait," pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan).
Laporan: Admin

