BSI Siap Dorong Ekosistem Emas Jadi New Game Changer di Industri Perbankan Syariah
Pekalonganinfo.com, Kota Pekalongan - Kelola Bank Emas, BSI Kian Siap Jadikan Ekonomi Syariah Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pekalongan, 10 Maret 2025 — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) m
Pekalonganinfo.com, Kota Pekalongan - Kelola Bank Emas, BSI Kian Siap Jadikan Ekonomi Syariah Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pekalongan, 10 Maret 2025 — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) memperkuat komitmen untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional, setelah perseroan resmi ditunjuk sebagai salah satu pengelola bisnis bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia pada 26 Februari lalu.
Oleh karena itu terkait hal tersebut Area Manager BSI Pekalongan Hasan Syarif mengatakan, emas menjadi komoditi yang akan terus dikembangkan perseroan sebagai new game changer di industri perbankan syariah.
“Hal tersebut didasari potensi dan peluang pengembangan alternatif bisnis yang memberikan nilai investasi bagi masyarakat. Diresmikannya BSI sebagai salah satu entitas yang menjalankan bisnis bank emas berpotensi memberikan manfaat untuk masyarakat, industri, dan insyaAllah perekonomian bangsa melalui optimalisasi ekosistem ekonomi syariah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut ditekankan Hasan Syarif di acara buka bersama BSI bersama jurnalis-jurnalis media Pekalongan, Jawa tengah. Peluang untuk mengembangkan pasar emas Indonesia juga sangat besar, karena permintaan emas per kapita Indonesia masih terendah di Asia Tenggara, 0,16 gram per orang. Di sisi lain mengacu kajian McKinsey, emas yang beredar di masyarakat Indonesia mencapai 1.800 ton, dari sektor hulu ke hilir.
Sementara jumlah perhiasan dan emas batangan sebesar 321 Ton yang merupakan aset yang dapat dimonetisasi. Jumlah ini berpotensi untuk terus meningkat mengingat Indonesia memiliki potensi cadangan emas Indonesia nomor 6 terbesar di dunia setara dengan 2.600 ton. Di sisi lain Indonesia termasuk dalam negara top 10 produsen emas global yang memproduksi sekitar 100 ton emas pada 2020.
Menurut Hasan Syarif, melalui usaha bank emas BSI dapat menangkap nilai ekonomi di seluruh rantai pasok emas, memonetisasi aset emas yang kurang produktif, dan tentunya memberikan kemudahan alternatif investasi syariah.
Upaya ini pun tak terlepas dari misi BSI melanjutkan arahan pemerintah sebagai lokomotif ekonomi syariah nasional. Juga untuk mendukung visi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang yang diproyeksikan mencapai 8% pada 2029.

