Stop Bullying, Pemkot Kukuhkan 30 Siswa SMP N 14 Pekalongan Jadi Agen Perubahan Anti Bullying
Pekalonganinfo.com, Kota Pekalongan - Bullying atau perundungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya perundungan di dun
PEKALONGAN — Pekalonganinfo.com, Kota Pekalongan - Bullying atau perundungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah terjadinya perundungan di dunia pendidikan, salah satunya dengan kegiatan Roots Day, sebuah program pencegahan berbasis siswa dengan mengandalkan siswa yang berpengaruh, mereka pun disebut sebagai Agen Perubahan.
Oleh karena itu,demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman dalam melakukan kegiatan belajar dionya. Pasal sekolah,Pemerintah Kota Pekalongan mengukuhkan 30 orang pelajar SMP Negeri 14 Kota Pekalongan sebagai Agen Perubahan Anti Perundungan. Pengukuhan itu dilakukan secara simbolis oleh Walikota Pekalongan,H Afzan Arslan Djunaid,SE, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan,Drs Soeroso,MPd, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat,Perempuan,dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan,Nur Agustina,SPsi,MM, dan Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Kota Pekalongan,Siti Nurul Izzah,MPd, dalam kegiatan Roots Day Ajang Kreaso Agen Perubahan Anti Perundungan,bertempat di Aula SMP Negeri 14 Kota Pekalongan,Senin(26/10/2021).
Walikota Pekalongan,H Afzan Arslan Djunaid,SE menyampaikan apresiasi atas pengukuhan agen perubahan anti bullying di SMP Negeri 14 Kota Pekalongan. Menurutnya, kegiatan ini jika ditindaklanjuti dan dijalankan dengan sebaik-baiknya,maka hal ini akan menjadi awal tonggak anti bullying di Kota Pekalongan terutama di lingkungan sekolah.
“Di SMP Negeri 14 Pekalongan baru saja kami kukuhkan agen perubahan stop bullying,dimana perannya tidak hanya guru, komite, maupun pengajar, tetapi justru ada 30 orang siswa sebagai agen perubahan stop bullying yang dipilih dan dipercaya oleh teman-temannya sendiri,” tutur Aaf,sapaan akrabnya.
Pihaknya berharap, usai dikukuhkan dan mendeklarasikan anti bullying, 30 orang siswa tersebut dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam menghentikan kasus-kasus bullying di lingkungan sekolahnya. Pasalnya, Aaf menyebutkan, kasus bullying yang terjadi memiliki tingkatan yaitu ringan, sedang dan berat. Terlebih, kasus bullying berat bisa menimbulkan trauma yang berkepanjangan pada siswa yang dibully baik secara fisik maupun non fisik.
“Efek bullying ini efeknya sangat luar biasa,terlebih tingkatan bullying yang berat ini yang bisa menimbulkan trauma yang berkepanjangan. Hal ini tidak kita harapkan,sehingga mudah-mudahan mulai hari ini dengan adanya deklarasi dan pengukuhan agen perubahan anti bullying di SMP Negeri 14 Pekalongan ini bisa ikuti oleh sekolah-sekolah yang ada di Kota Pekalongan dalam mencegah adanya kasus bullying di sekolah baik yang dilakukan oleh guru terhadap siswa, orangtua terhadap siswa,maupun antar siswa,” tegas Aaf.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 14 Kota Pekalongan,Siti Nurul Izzah,MPd menjelaskan, sebelumnya 30 siswa agen perubahan anti bullying ini telah mendapat pembinaan dan pelatihan selama 10 kali pertemuan. Siti memaparkan, Kemdikbudristek bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Karakter (PUSPEKA) dan UNICEF melaksanakan program Roots Indonesia Tahun 2021. Dimana, program Roots Indonesia di tahap pertama tahun 2021 ini diimplementasikan pada sekolah penggerak jenjang SMP dan SMA serta SMK pusat unggulan. Untuk di Kota Pekalongan sendiri, ada 2 TK sekolah penggerak, 3 SD, 2 SMP dan 2 SMA.
“SMP Negeri 14 Pekalongan menjadi salah satu sekolah penggerak jenjang SMP yang menginmplementasikan program Roots Indonesia ini. Adapun tahapan-tahapannya yaitu pertama melalui sosialisasi kepada kepala sekolah. Kedua, dilakukan survey persepsi perundungan dan survey pemilihan agen perubahan anti bullying. Dimana,agen-agen perubahan ini dipilih oleh rekan-rekannya sendiri melalui sebuah aplikasi survey,yaitu SMS Boots yang diciptakan oleh Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA),” terang Siti.

