Budaya

Kemen-PUPR Serahkan Maket Wisata Laut, Pemkot Beri Rekomendasi

Kota Pekalongan - Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) Republik Indonesia menyerahkan maket pembangunan Wisata Laut Terbesar Kota Pekalongan kepada Pemerintah Kota Pekalong

Admin · ⏱ 3 mnt baca
Diterbitkan:
Kemen-PUPR Serahkan Maket Wisata Laut, Pemkot Beri Rekomendasi
Foto: Pekalonganinfo

PEKALONGAN — Kota Pekalongan - Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) Republik Indonesia menyerahkan maket pembangunan Wisata Laut Terbesar Kota Pekalongan kepada Pemerintah Kota Pekalongan. Serahterima maket tersebut dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah, Dwiatma Singgih Raharja, ST kepada Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz,SE dalam rapat koordinasi pembangunan wisata laut terbesar di Kawasan Pesisir Kota Pekalongan, bertempat di Ruang Jetayu Setda Kota Pekalongan, Rabu siang (10/6/2020).

Usai menerima maket tersebut, Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz,SE mengungkapkan bahwa Kota Pekalongan akan memiliki wisata laut terbesar di Indonesia dalam waktu dekat. Pembangunan wisata laut itu akan dibiayai penuh oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan sudah mulai dikerjakan pada akhir Maret 2020 kemarin Dengan menggunakan anggaran sepenuhnya berasal dari APBN.

“Pemkot terus mendorong terwujudnya penataan wisata air yang didasari janji dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono saat berkunjung ke Kota Pekalongan.Untuk pembangunan tahap pertama, akan dipusatkan di lokasi wisata Pantai Pasir Kencana. Kemudian tahap kedua akan dibangun di wisata Pantai Slamaran, tahap ketiga di wisata Pantai Sari dan tahap keempat di wisata Mangrove. Tahun ini sudah mulai pengerjaan dan Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dipaparkan oleh tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah Direktorat Jenderal Cipta Kary Kemen-PUPR,” papar Saelany.

Menurut Saelany, dengan terwujudnya taman wisata laut ini dapat meningkatkan perekonomian menuju kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pekalongan Utara.

Iklan

Iklan: MassQua Depot Air Minum

“Kami sangat bersyukur karena kawasan utara merupakan kawasan yang masih menjadi permasalahan kita bersama karena terus dilanda rob sehingga menyisakan berbagai masalah seperti pengangguran, keterbelakangan, dan kemiskinan. Dengan terwujudnya taman wisata laut ini maka kami berharap bisa menumbuhkan perekonomian di kawasan utara,” tegas Saelany.

Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menambahkan dalam rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Pekalongan juga memberikan rekomendasi atau masukan terkait antisipasi ketinggian permukaan air laut, mengingat di kawasan pesisir utara setiap tahunnya sering dilanda rob.

“Semua sudah terkonsep matang tetapi dengan perkembangan situasi dan kondisi sekarang dengan air rob yang semakin naik setiap tahunnya, kami dari Pemkot juga ada masukan-masukan untuk mengantisipasi ketinggian maupun luasan air rob nanti supaya tidak berdampak pada Wisata Laut ini nanti, sebab dengan dana yang luar biasa ini diharapkan bisa menjadi ikon wisata baru di Kota Pekalongan, sangat disayangkan jika wisata baru ini nantinya hanya bisa bertahan 3-5 tahun saja karena luapan air rob tersebut,” jelas Aaf, sapaan akrabnya.

Aaf menekankan dalam rekomendasi tersebut tim Kemen-PUPR dapat mempertimbangkan ketinggian di permukaan darat di kawasan wisata tersebut minimal 1 meter (100 cm) untuk menghindari limpasan air laut jika terjadi rob.

Iklan

Iklan: Arrahmah Tour