Umum

Kota Pekalongan Jadi Pilot Project SDMK Terintegrasi

Kota Pekalongan - Kota Pekalongan menjadi salah satu pilot project tingkat nasional pelaksanaan Pendampingan Teknis Integrasi Data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dan Business Intelegensi. Penu

Admin · ⏱ 3 mnt baca
Diterbitkan:
Kota Pekalongan Jadi Pilot Project SDMK Terintegrasi
Foto: Pekalonganinfo

PEKALONGAN — Kota Pekalongan - Kota Pekalongan menjadi salah satu pilot project tingkat nasional pelaksanaan Pendampingan Teknis Integrasi Data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dan Business Intelegensi.

Penunjukan Kota Batik ini karena memiliki berbagai keunggulan di bidang teknologi informasi yang berbasis muatan lokal dan kapasitas SDMK yang mumpuni dalam mengelola data kesehatan. Hal ini dibahas dalam pertemuan pendampingan teknis integrasi data SDMK dan Business Intelligence, bertempat di Hotel Santika setempat, Rabu (5/2/2020).

Pertemuan ini merupakan tindaklanjut dalam rangka Data Use dan penguatan serta pemanfaatan Business Intelligence Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK). Penunjukan Kota Pekalongan tersebut diikuti juga dengan penandatanganan kerjasama antara Dinkes Kota Pekalongan dan DPMPTSP Kota Pekalongan mengenai Interoperabilitas Data SDMK.

Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan BPPSDMK Kementerian Kesehatan RI, Sinta, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, Dr. Slamet Budiyanto, SKM,MKes, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekalongan, Drs. Supriono, Kepala Seksi Integrasi dan Tata Kelola E-Goverment, Agung Dwi Mulyono, ST,MSc, Kepala Seksi Pengelolaan Statistik Daerah, Ana Mahyurotun, SSi, para jajaran Dinas Kesehatan (bidang-bidang, puskesmas terbaik, rumah sakit terdekat) serta lintas sektor di Kota Pekalongan.

Iklan

Iklan: MassQua Depot Air Minum

Kepala Sub Bagian Data dan Informasi Sekretariat Badan PPSDM Kesehatan pada Kemeterian Kesehatan RI, dr.I.G.A.N. Apriyanti Shinta Dewi, Mars menyampaikan bahwa alasan ditunjuknya Kota Pekalongan menjadi salah satu daerah Pilot Project tingkat nasional pelaksanaan Pendampingan Teknis Integrasi Data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dan Business Intelegensi diantaranya keberadaan kapasitas SDM Kesehatan yang telah berhasil mampu mengelola data kesehatan atas masukan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, adanya jaringan pendukung internet berbasis online untuk menginput dan melakukan updating data.

“Selain itu adanya dukungan APBD untuk mendukung kegiatan SDMK di daerah tersebut dan daerah tersebut telah memiliki layanan SmartCity. Selain Kota Pekalongan, daerah yang menjadi pilot project lainnya adalah Kota Makasar, Kota Cirebon dan Kota Surabaya,” tutur dr. Shinta.

Menurut dr. Shinta, data merupakan salah satu hal penting dalam mendukung penguatan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) agar pelayanan kesehatan lebih baik dan untuk mendukung capaian Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan menyeluruh bagi seluruh penduduk Indonesia. Dengan adanya data tersebut, dibutuhkan pengembangan dan implementasi sistem informasi yang komprehensif dan terpadu.

“Data SDMK ada tetapi masih berserakan dimana-mana, salah satu upaya data bisa terjaga validitasnya harus diintegrasikan agar pelayanan kesehatan ini bisa lebih cepat dan mudah. Selain itu, data tersebut selanjutnya menjadi acuan pemerintah untuk membuat kebijakan. Kami harapkan updating data akan menjadi lebih baik, adanya dukungan daerah untuk terus mengupdate, karena data itu sifatnya dinamis dan terus menerus harus terupdate, sejalan dengan amanat Presiden bahwa data tersebut harus dilakukan pemutakhiran,” terang dr. Shinta.

Iklan

Iklan: Arrahmah Tour