Bagi kalian yang tinggal di Pekalongan atau pernah singgah sebentar di kota Pekalongan, pasti tau dengan salah satu masakan khas yang beraroma buah kecombrang ini apalagi kalau bukan megono. tak hanya manusia dan tempat yang mempunyai asal – usul yang menjadi legenda, ternyata makanan megono ini pun juga mempunyai asal – usul mengapa di namakan megono.
Kami yakin 99% dari kalian pasti belum tahu kenapa masakan ini di sebut megono, untuk itu ayo kupas secara mendalam masakan khas kota batik ini untuk lebih tau dan mengerti.
Megono biasanya di hidangkan bersama nasi, sehari – hari disebut “nasi megono” atau “sego megono” atau bisa juga di sebut “nasi tentara” mengapa di sebut nasi tentara karena nasi dan lauk yang begitu fleksibel sekaligus enak ini dulunya makanan tentara Indonesia di Pekalongan sehari – hari. Kembali ke topik pembahasan, kata Megono berasal dari bahasa Jawa Mergo yang artinya sebab dan ono yang artinya ada.
Sejarah Masakan Megono
Ada sebab secara tidak langsung terciptanya masakan ini, dahulu sebelum Indonesia merdeka, pada masa penjajahan Belanda, keadaan tanah di Purworejo, Pekalongan hingga Pemalang sangat subur, namun keadaan tak memungkinkan mereka untuk menumbuk padi untuk menjadi nasi. Sehingga tak ada ruang untuk mengolah lahan atau menjual beras ke pedagang – pedagang beras waktu itu, hasil panen pari pun anjlok! Mereka yang saat itu kesusahan di bidang pangan pun memutar otak untuk mengganti masakan yang cepat untuk di olah. Nah disinilah awal mula nasi megono. nasi megono di olah dari nangka muda atau di sebut oleh warga sekitar pekalongan cecek, nasi yang dulu tercipta dari kerak nasi yang di padu padankan dengan makanan urapan seperti kacang – kacangan dan sayuran, warga sempat menambahkan nangka muda yang di cincang halus untuk menciptakan cita rasa gurih.
Tak pelak makanan ini juga jadi makananan untuk tentara, di mana ketika tentara masuk dan singgah ke dalam kampung – kampung kecil warga akan menyiapkan nasi megono yang cepat dan tepat untuk di hidangkan. Dari sinilah megono tercipta khas, yang dimasak dengan sebab dan alasan yang tepat, menemani setiap tentara gerilya berperang untuk melawan penjajah.
Nasi megono adalah kuliner yang unik pada jamannya hingga jaman sekarang pun eksistensinya masih terus ada. Nasi megono inilah yang mengenyangkan perut warga Pekalongan, tanpa olahan nasi megono pun para warga dan tentara tak bisa bertahan dari masa peperangan jaman Belanda. Jadi apakah kian tertarik untuk mencoba nasi megono sekarang?
Sumber https://jateng.garudacitizen.com/sego-megono-pekalongan/