Umum

Kreakota 2026 Dibuka, Wali Kota Pekalongan Soroti Catatan Unesco hingga Pengelolaan Limbah Batik

Kreakota 2026 resmi dibuka di kawasan eks Bakorwil Pekalongan, Kamis 1/10/2026 malam. Mengusung tema “Crafting Creative and Connection”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan…

Admin · ⏱ 3 mnt baca
Diterbitkan:
Kreakota 2026 Dibuka, Wali Kota Pekalongan Soroti Catatan Unesco hingga Pengelolaan Limbah Batik
Foto: Pekalonganinfo

PEKALONGAN — Kreakota 2026 resmi dibuka di kawasan eks Bakorwil Pekalongan, Kamis (1/10/2026) malam. Mengusung tema “Crafting Creative and Connection”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik sekaligus ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dan komunitas untuk memamerkan produk mereka.

Pembukaan Kreakota 2026 dihadiri Wali Kota Pekalongan, Plt Bupati Pekalongan, Bupati Temanggung, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Temanggung, Kapolres Pekalongan Kota, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Rangkaian pembukaan turut dimeriahkan tari pembuka dan fashion show yang menampilkan koleksi dari sejumlah perajin batik, di antaranya Batik Bulan, Batik Dananjaya, dan Ozzy Batik. Koleksi yang diperagakan kemudian turut dilelang.

Namun, di tengah upaya menghidupkan kembali geliat batik dan ekonomi kreatif, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid (Aaf) mengingatkan agar perkembangan industri batik tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi dan kreativitas.

Iklan

Iklan: MassQua Depot Air Minum

Menurut Aaf, perhatian terhadap pekerja serta pengelolaan limbah menjadi hal yang perlu terus diperkuat. Hal itu dinilai penting mengingat Kota Pekalongan telah dikukuhkan sebagai World City of Batik dan masih memiliki sejumlah catatan yang perlu diperhatikan.

“Jangan sampai nanti menjadi catatan-catatan di UNESCO. Kota Pekalongan sudah dikukuhkan sebagai World City of Batik, tapi ada beberapa catatan,” kata Aaf seusai membuka Kreakota 2026, Kamis (1/10/2026) malam.

Ia berharap pembenahan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, komitmen menjaga keberlanjutan industri batik perlu melibatkan masyarakat, perajin hingga pemilik usaha batik.

“Ke depan komitmen kita bersama, semuanya, bukan hanya pemerintah, masyarakat, pengrajin, juragan, semuanya, mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi batik dalam segala hal,” ujarnya.

Iklan

Iklan: Arrahmah Tour