Sprint Rally di KITB Suguhkan Trek Baru dengan Pemandangan Laut Jawa
Lintasan baru sepanjang 5,3 kilometer di Kawasan Ekonomi Khusus KEK Industropolis Batang atau Kawasan Industri Terpadu Batang KITB menyuguhkan tantangan tersendiri bagi para pereli dalam Kejuaraan…
PEKALONGAN — Lintasan baru sepanjang 5,3 kilometer di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang atau Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menyuguhkan tantangan tersendiri bagi para pereli dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally Putaran 4 2026.
Sirkuit yang disiapkan khusus untuk kejuaraan ini menyajikan tiga karakter medan yang berbeda dalam satu lintasan. Dalam satu putaran penuh, para peserta dituntut beralih strategi dari area berpasir dan berbatu, melintasi kawasan hutan, hingga melintasi area terbuka dengan latar pemandangan Laut Jawa.
Perwakilan Marketing Strategy KEK Grand Batang City, Tanya, menjelaskan bahwa sirkuit seluas 24 hektare ini merupakan trek yang benar-benar baru dan belum pernah dicoba oleh para pembalap sebelumnya.
"Sirkuit ini baru, tidak ada yang pernah mencoba sebelumnya paling hanya latihan satu dua kali, jadi ini sangat menantang. Keunikannya ada pada multi-karakter dalam satu sirkuit. Ada pemandangan laut, masuk ke dalam hutan, dan area terbuka ala gurun dengan debu dan pasir yang luar biasa," kata Tanya di lokasi, Sabtu (26/9/2026).
Tanya menambahkan, jarak lintasan 5,3 kilometer tersebut menjadi salah satu yang terpanjang dalam kalender Kejurnas Sprint Rally tahun ini. Variasi medan membuat para mekanik dan pembalap harus meracik setelan kendaraan yang mampu beradaptasi cepat dengan perubahan lingkungan sirkuit.
Tantangan variasi medan tersebut dirasakan langsung oleh Laras, pereli dari Simpati Women Rally Team (SWRT) yang turun di kelas F3. Menurut pembalap yang aktif sejak 2024 ini, permukaan sirkuit KITB membutuhkan ketelitian ekstra.
"Trek ini benar-benar membuat kami struggle. Banyak tanah gembur dan bebatuan yang muncul ke permukaan, itu cukup memengaruhi cara berkendara. Kami harus pintar memilih jalur dan menyiapkan trik di setiap tikungan," ungkap Laras.
Laras menilai perpindahan trek dari lapangan terbuka yang terik menuju kerimbunan hutan memberikan pengalaman berbeda dibanding seri-seri sebelumnya. Ia menyarankan agar panitia rutin merapikan lintasan di sela balapan, meski secara keseluruhan mengapresiasi keunikan sirkuit tersebut.

