Peternak Pekalongan Bagikan 500 Ayam Gratis, Soroti Harga Telur dan Pakan
Para peternak ayam petelur di Kabupaten Pekalongan menggelar aksi serentak bersama gabungan peternak se-Jawa Tengah di wilayah Kajen, Senin 10/8/2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Aksi ini digelar…
Halaman 2 dari 3 — kembali ke awal artikel
Sebagai solusi jangka pendek terkait penyerapan telur, Pemkab berencana memfasilitasi pertemuan antara peternak dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini, terdapat sekitar 98 titik SPPG di Kabupaten Pekalongan yang berpotensi menyerap hasil produksi lokal.
"Pak Plt Bupati juga sekaligus selaku Ketua Satgas, akan mempertemukan mereka kepada sejumlah SPPG yang ada di Kabupaten Pekalongan. Ini momentum yang bagus dengan harapan nanti dengan serapan telur itu akan mengangkat harga di tingkat bawah, karena kawan-kawan dari peternak juga menghendaki agar SPPG langsung mengambil dari peternak," kata Anis. Meski demikian, Anis menekankan pentingnya merumuskan skema yang saling menguntungkan (win-win solution) mengingat SPPG juga memiliki kalkulasi bisnis dalam pengadaan bahan pangan.
"Di sinilah peran pemerintah, mempertemukan mereka, menjembatani agar supplier-nya benar- benar lokal ini, mengutamakan lokal ini dulu," tambahnya.
Terkait subsidi pakan dan alokasi jagung bersubsidi, Pemkab akan berkoordinasi dengan instansi teknis, sedangkan isu impor bahan baku pakan akan diteruskan ke pemerintah pusat. Setelah seluruh proses audiensi selesai dilaksanakan, aksi dilanjutkan dengan pembagian sekitar 500 ekor ayam secara gratis kepada masyarakat di sekitar lokasi. Agus menyebut, ayam-ayam tersebut merupakan sumbangan dari para peternak yang sudah tidak sanggup lagi menanggung biaya pakan harian.
"Daripada ora iso makani (tidak bisa memberi makan), mending dibagikan," ujar Agus. Aksi bagi-bagi ayam usai audiensi ini langsung diserbu warga setempat. Saputri, salah satu warga yang menerima bantuan ayam gratis, mengaku senang atas pemberian tersebut.
"Ya senang lah, dapat ini buat anak saya. Mau diopor," ungkapnya.
Melalui rangkaian aksi dan audiensi ini, para peternak berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat bergerak cepat mengambil langkah nyata agar usaha peternakan rakyat di Kabupaten Pekalongan mampu bertahan.


