Kunjungan Wisman Tembus 500 Orang, Museum Batik Pekalongan Ajak Warga Belajar Bahasa Inggris
Museum Batik Pekalongan menggelar pelatihan bahasa Inggris bertajuk English at the Museum di Aula UPTD Museum Batik Pekalongan, Kamis 20/8/2026. Kegiatan ini bertujuan membekali petugas dan…
Museum Batik Pekalongan menggelar pelatihan bahasa Inggris bertajuk English at the Museum di Aula UPTD Museum Batik Pekalongan, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali petugas dan masyarakat umum agar mampu memperkenalkan budaya batik kepada wisatawan mancanegara (wisman) secara lebih percaya diri.
Pelatihan ini diikuti sekitar 35 hingga 40 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, content creator, hingga warga umum yang mendaftar secara daring.
Kepala Museum Batik Pekalongan, Nur Hayati, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh tingginya kunjungan wisman yang mencapai lebih dari 500 orang per tahun. Namun, kapasitas pemanduan berbahasa asing di lingkungan museum masih terbatas.
“Saat ini baru satu petugas yang lancar berbahasa Inggris, padahal kami butuh pemandu di bagian edukasi dan workshop. Melalui pelatihan ini, minimal para petugas dan warga bisa mengomunikasikan hal dasar serta menanyakan kebutuhan pengunjung asing,” kata Nur Hayati, Kamis (20/8/2026).
Materi pelatihan dirancang khusus mencakup kosakata seputar seni pembuat batikan, budaya lokal, hingga frasa penting untuk percakapan langsung. Pelatihan dipandu oleh Aaron, pengajar asal Australia yang telah 10 tahun mengajar di Indonesia.
“Hari ini kita belajar batik culture dan cara mempromosikannya dalam bahasa Inggris. Kami mensimulasikan frasa penting yang praktis agar peserta percaya diri saat berinteraksi dengan turis asing,” jelas Aaron.
Program ini disambut antusias oleh peserta. Farah Abidah, seorang content creator asal Tirto, mengaku mendapatkan banyak ilmu praktis yang menunjang pekerjaannya sekaligus memperluas wawasan budaya.
“Untuk hal-hal yang saya dapatkan sangat banyak, sangat bermanfaat. Selain untuk diri saya sendiri, ini berguna banget kalau saya ketemu nanti sama turis-turis mancanegara, saya bisa berbahasa Inggris dengan baik dan lancar,” ujarnya.

