Menjaga Kesehatan Mental dengan Berkebun Dimasa Pandemi Bersama Mahasiswi KKN UIN Walisongo Semarang
Apa yang Anda pikir jika mendengar kata berkebun? Dimasa pandemi, berkebun tentu menjadi kegiatan yang sangat familiar bagi masyarakat. Tidak hanya untuk kalangan orangtua saja, ternyata berkebun ini
Halaman 2 dari 2 — kembali ke awal artikel
- Meningkatkan Mood
Berkebun dapat membuat seseorang tidak merasa stress bahkan seakan masuk ke dunianya sendiri sehingga produksi hormone kortisol pun bisa ditekan.
Selain itu, dengan adanya tren berkebun juga menguntungkan para penjual tanaman. Kebanyakan masyarakat stress sehingga memilih untuk keluar rumah walaupun hanya sekedar membeli tanaman. Pada hari Minggu, 1 Agustus 2021 Iyas Khusnul Khotimah pun memutuskan keluar untuk membeli tanaman yang nantinya akan ditanam bersama masyarakat sekitar untuk mengurangi rasa bosan dimasa PPKM seperti sekarang ini. Tentu dengan protocol kesehatan yang sudah dianjurkan.
“Pada saat awal tren pandemic penghasilan kami meningkat, lebih ramai dari hari-hari biasanya sebelum pandemic. Tapi sejak PPKM ini agak menurun karena banyak jalan yang ditutup, seperti di bundaran 0 KM Kajen dan sekitar alun-alun yang menjadi akses jalan untuk kesini” Ujar penjual tanaman di daerah Kajen.
Jadi, berkebun dimasa pandemic selain dapat menjaga kesehatan mental masyarakat juga menjaga kesehatan mental dari penjual tanaman yang notabenenya menjadi pekerjaan sehari-hari mereka. Berkebun memang tak bisa menggantikan penanganan dokter, namun bisa menjadi salah satu alternatif terapi yang bisa Anda lakukan sendiri untuk memberikan getaran positif pada jiwa dan raga.
Laporan: Admin
