New Normal, Pemkot Hadir Membantu Ponpes Terapkan Protokol Kesehatan
Kota Pekalongan - New normal atau kenormalan baru saat ini menjadi perhatian banyak pihak. Tak terkecuali Pondok Pesantren (Ponpes) yang merupakan lembaga pendidikan yang akan menyambut kembalinya san
Halaman 2 dari 2 — kembali ke awal artikel
Budi menambahkan pondok pesantren tentu memiliki karakteristik tersendiri jika dibandingkan dengan sekolah atau lembaga pendidikan formal pada umumnya. Jika ponpes yang memiliki ruang lingkup terbilang terbatas, dinilainya penerapan kenormalan baru pasti akan sulit dilakukan. Namun, pihaknya terus mendorong pengurus ponpes untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Para santri di Ponpes diminta selalu menerapkan jaga jarak (physical distancing), memakai masker, dan rajin mencuci tangan pakai sabun. Termasuk olahraga dan makan makanan bergizi untuk menjaga imunitas tubuh untuk meminimalisir penularan Covid-19 ketika proses pembelajaran ,sementara puskesmas setempat juga tetap melakukan monev pembinaan terhadap ponpes yang ada,” beber Budi.
Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kemenag Kota Pekalongan, Drs HM Nadhif, santri yang dilibatkan dalam pelatihan ini merupakan para santri senior yang diharapkan mampu menerapkan untuk dirinya dan menularkan ilmunya kepada para juniornya di ponpes.
“Santri senior yang dilibatkan ini nantinya bisa membantu pengurus ponpes untuk membimbing adik-adik juniornya di ponpes mengenai pemahaman penularan dan pencegahan virus Covid-19, gejala-gejala awal sehingga bisa segera ditindaklanjuti. Saat ini ponpes sudah mulai proses belajar mengajar lagi meskipun jadwalnya tidak serentk bersamaan, sehingga dari kami minta ponpes bisa berkoordinasi ke puskesmas untuk dapat memperhatikan fasilitas kesehatan di ponpes,” papar Nadhif.
Sumber Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan
Laporan: Admin
