Guna Mewujudkan Kemaslahatan Di Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip Kholbihi Mohon Doa Para Ulama dan Masyarakat
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama para Habib, para Kyai Kabupaten Pekalongan beserta ratusan jamaah menghadiri Haul Almarhum Almaghfurlahum KH. Hasan Bulqin bin Thoha dan S
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama para Habib, para Kyai Kabupaten Pekalongan beserta ratusan jamaah menghadiri Haul Almarhum Almaghfurlahum KH. Hasan Bulqin bin Thoha dan Sesepuh Desa Surobayan Kecamatan Wonopringgo, di pemakaman umum Desa Surobayan, Jumat (24/1/2020) pagi.
Acara haul dimulai pukul 06.00 Wib yang diawali dengan pembacaan surat yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muhammadun Raden Jundi. Dilanjutkan dengan penyampaian sambutan atas nama keluarga oleh KH. Sabilal Rosyad dan diakhiri dengan sambutan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa dirinya pernah mengenal almarhum almaghfurlah KH. Hasan Bulqin semasa hidupnya. “Secara pribadi saya sempat mengenal beliau karena saya adalah menantu adik beliau yakni Ny. Fatimah,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan, tahun 1990an dirinya menyaksikan langkah almarhum KH. Hasan Bulqin sebagai seorang ulama. Menurut Bupati, pergaulan beliau sangat luas sekali. Di kalangan para kyai, almarhum KH. Hasan Bulqin menjalin silaturahmi dengan sangat baik.
“Di kalangan santri, beliau adalah seorang ulama yang sangat disegani dan di kalangan masyarakat, beliau membimbing masyarakat dengan prinsip memandang manusia dengan pandangan kasih sayang agar selamat dunia dan akhirat,” terangnya.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan, ulama dan umaro bagaikan saudara kembar. Oleh karena itu hubungannya harus saling melengkapi. “Oleh karena itu kami dalam rangka membangun Kabupaten Pekalongan senantiasa dalam bimbingan, nasehat dan pengawasan para ulama, termasuk didalamnya Maulana Habib Baqir yang terus-menerus memberikan dukungan yang luas lahir batin kepada kami dalam menjalankan amanah,” katanya.
Kabupaten Pekalongan ini, kata Bupati, merupakan Kabupaten yang terkenal dengan banyak santrinya. Tentu hal ini paralel dengan banyaknya kyai juga. Sejarah keberadaan para kyai dan ulama ini terkenal sejak lama.
“Saya punya tulisan, ketika awal perkembangan Islam masuk yakni abad ke-14, daerah Pekalongan ini sudah dikenal sebagai salah satu basis perkembangan Islam. Dan Karena Kabupaten Pekalongan banyak “mutiara” tersebut menyebar ke daerah-daerah seperti Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, Tirto, Wiradesa dan Siwalan. Kemudian, sekarang penyebaran Islam di Kabupaten Pekalongan sudah merata di semua Kecamatan yang ada, dengan penduduk Islamnya 99,8 persen dan 0,2 sisanya penduduk non Islam, dan Alhamdulillah semuanya berprinsip kepada nilai-nilai Islam ahlissunnah wal jamaah,” papar Bupati dengan gamblangnya.

