Kota Pekalongan – Sebanyak 162 kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) tingkat RT dan para pengurus kelompok Dasawisma se-Kota Pekalongan ditingkatkan perannya melalui pelatihan peningkatan kapasitas Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) yang digelar oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) setempat. Pelatihan tersebut berlangsung di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Rabu (29/1/2020).
Hadir Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz, SE membuka kegiatan pelatihan tersebut. Pada kesempatan baik tersebut, Saelany menyampaikan bahwa peran TP-PKK RT dan pengurus kelompok dasawisma sebagai LKK yang merupakan mitra pemerintah sangat dibutuhkan untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Kota Pekalongan.
“Pembangunan yang saat ini dilaksanakan adalah pembangunan berbasis masyarakat yang dimanfaatkan dengan menjunjung prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat dapat tepat sasaran, tepat guna, dan bermanfaat bagi masyarakat. Salah satu wadah organisasi perempuan dimasyarakat Desa dan Kelurahan adalah PKK dan kelompok dasawisma. Mereka merupakan sebuah gerakan yang tumbuh dari bawah dengan perempuan sebagai penggerak dan dinamisatornya dalam membangun, membina, dan membentuk keluarga guna mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai unit kelompok terkecil dalam masyarakat,” terang Saelany.
Dituturkan Saelany, terkait dengan upaya Pemerintah Kota Pekalongan dengan kondisi tersebut, maka pendampingan dan fasilitasi untuk LKK sangat diperlukan seperti peningkatan kapasitas LKK di tingkat RT hingga kelompok dasawisma baik dari segi organisasi kepengurusan, managemen operasional, organisasi keuangan, administrasi serta dukungan regulasi dalam pedoman pelaksanaan. Menurut Saelany, melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat mendorong gerakan PKK dan kelompok dasawisma lebih meningkat dimasa akan datang.
“TP PKK RT hingga dasawisma sebagai LKK ini mampu menggerakkan partisipasi masyarakat sebagai salah satu faktor pendukung keberhasilan pembangunan berbasis masyarakat di Kota Pekalongan. Tugas pemerintah akan terus memfasilitasi, membina, serta melaksanakan pendampingan berbagai kegiatan pemberdayaan di kelurahan yang dalam hal ini tidak terlepas dari peran LKK selama ini. Sehingga, kami harapkan peserta pelatihan ini dapat mempelajari dan mencermati serta memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan baik agar berguna bagi anggota dan masyarakat,” papar Saelany.
Di lain pihak, Kepala DPMPPA Kota Pekalongan, Sri Wahyuni, SH menjelaskan baik peran TP-PKK RT hingga kelompok dasawisma yang merupakan kelompok ibu berasal dari 10 – 20 kepala keluarga (KK) dalam satu RT ini diharapkan mampu memberikan kontribusi aktifnya dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Kota Pekalongan.
“Pelatihan LKK hari ini merupakan gelombang kedua yang kami undang dari TP-PKK RT dan pengurus dasawisma, terlebih saat ini masih berjalan musrenbang, karena memang kelompok ini berada pada garda terdepan di lapangan, yang lebih tahu dan kenal dekat kondisi lingkungan masyarakat yang dinaunginya dari seluruh segi bidang baik kesehatan, pendidikan masih ada tidak anak putus sekolah di wilayahnya, ekonomi seperti pengelolaan sampah menjadi barang bernilai jual tinggi, sosial seperti lansia dan kesejahteraan warga miskin sudah tertangani atau belum, sehingga mereka diharapkan berperan aktif dalam mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan sekitarnya,” papar Yuni.
Disampaikan Yuni, keberadaan TP-PKK RT hingga dasawisma di Kota Pekalongan sudah cukup baik namun perlu terus ditingkatkan. Adapun narasumber dalam pelatihan tersebut dihadirkan dari Bappeda Kota Pekalongan, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Hj. Sri Ruminingsih, SE, MSi, DPMPPA Kota Pekalongan dan pelaku penggiat bank sampah di Kota Pekalongan.
“Biasanya lewat kelompok PKK hingga dasawisma ini program-program pemerintah ini bisa sampai langsung ke masyarakat, karena mereka sebagai garda terdepan di lingkungan sekitarnya seperti upaya ajak pemilahan sampah di tiap RT untuk didaur ulang atau sampah tersebut bisa dijual ke bank sampah yang juga sekaligus dapat meningkatkan penghasilan keluarga,” tukas Yuni.
Sumber Dinkominfo Kota Pekalongan