Urai Kemacetan Jalan KH Mas Mansyur, Pemkot Usulkan Pembangunan Fly Over

NEWS303 Views
banner 468x60

Kota Pekalongan – Perlintasan di kawasan di Jalan KH Mas Mansyur, Bendan, Kota Pekalongan kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Pekalongan. Kondisi jalan di sekitar perlintasan yang selalu rusak dinilai membahayakan pengguna jalan dan menjadi penyebab utama kemacetan yang sudah bertahun-tahun terjadi di ruas jalan tersebut.
Di ruas jalan yang merupakan kewenangan PT KAI dan juga pemerintah pusat tersebut sering terjadi kemacetan, sehingga perlu adanya solusi penanganan jalan maupun kemacetan di titik tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan terus melakukan sejumlah upaya agar kemacetan di kawasan Jalan KH Mas Mansyur bisa terurai, salah satunya dengan mengusulkan adanya pembuatan Fly Over sebagai upaya mengurai kemacetan yang disebabkan adanya perlintasan sebidang di ruas jalan tersebut. Seperti diketahui, perlintasan sebidang di ruas jalan tersebut menjadi titik simpul kemacetan. Sebab, selain frekuensi kereta api yang melintas di jalan tersebut tinggi, di ruas jalan tersebut juga kerap terjadi kerusakan.

“Kalau masalah kewenangan sebenarnya di ruas jalan itu bukan kewenangan Pemkot, tetapi kemarin kami bersama Komisi A sudah ke Bappenas dan sudah bertemu dengan Dirjen Perhubungan. Disana kami ajukan bukan hanya fokus pada perbaikan jalan saja, tetapi juga bagaimana bisa mengurai agar kendaraan besar seperti truk dan bus tidak masuk dalam kota,” ucap Aaf usai menghadiri kegiatan Rapat Paripurna DPRD mengenai Perubahan APBD T.A 2022, berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD setempat, Senin (29/8/2022).

Menurutnya, ada dua usulan untuk mengurai kemacetan di ruas jalan tersebut, yakni dengan Fly Over atau Jalur Lingkar Utara (Jalingkut). Namun, untuk upaya alternatif berupaya Jalingkut ini harus ada komunikasi dan sinergi dengan Kabupaten sekitar yakni Kabupaten Pekalongan dan Batang. Sehingga, berdasarkan rekomendasi dari Bappenas, maka Pemkot mengupayakan adanya alternatif lain dengan pembuatan Fly Over.

“Ternyata kemarin ada perkiraan yang meleset dari Dirjen Perhubungan, bahwa setelah adanya Exit tol kemacetan di Kota Pekalongan bisa selesai, tetapi ternyata tidak. Sebab, masih banyak pengemudi truk dan bus yang keberatan jika harus lewat tol, sehingga dibutuhkan solusi lainnya,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan, rekomendasi pembangunan Fly Over ini masih terus dikomunikasikan dengan jajaran DPRD setempat. Pihaknya juga memfokuskan bahwa, untuk upaya mengurai kendaraan besar yang masuk ke jalan dalam kota bisa segera dilakukan.

“Pasalnya, untuk perbaikan jalan disitu memang titik berhenti dan kereta sering melintas setiap 17 menit sekali, sehingga untuk perbaikan jalan yang sudah sering dilakukan tidak efektif. Oleh karena itu, kami lebih memfokuskan agar kendaraan besar ini bisa terurai,” tandasnya.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *