3000 Porsi Dibagikan dalam Festival Bubur Suro, Walikota Aaf : Bisa Jadi Icon Hidangan Khas

NEWS194 Views
banner 468x60

Kota Pekalongan – Sebanyak 3000 porsi bubur suro dibagikan secara gratis kepada masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya pada malam puncak acara Festival Bubur Suro yang diinisiasi oleh Komunitas Jalan Jlamprang (Kujajal) Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, bersama Pemerintah Kota Pekalongan berlangsung di Kawasan Jalan Jlamprang, tepatnya di dekat Masjid Aulia Krapyak, Minggu malam (28/8/2022). Festival ini merupakan event kebangkitan tradisi yang sudah lama ada di daerah Krapyak dalam rangka memperingati 10 Muharram (Asyuro) penanggalan Hijriyah.

Turut hadir Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, membuka kegiatan Festival Bubur Suro Krapyak yang dua tahun terakhir kemarin ditiadakan akibat adanya pandemi Covid-19. Hadir pula Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir, Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Hj Inggit Soraya, Perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno, tokoh masyarakat Krapyak, ribuan masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Walikota Aaf menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya, bahwa pada tahun 2022 ini, Festival Bubur Suro bisa kembali digelar, dimana dalam kegiatan ini antusias ribuan warga Kota Pekalongan dan sekitarnya sangat luar biasa memadati Kawasan Jalan Jlamprang, Kraypyak, Kota Pekalongan. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun tali silaturahmi dan mengembangkan potensi, kreativitas, dan budaya di daerah Krapyak.

“Acara Festival Bubur Suro pada malam ini sangat luar biasa, sebab lebih dari 2 tahun terakhir tidak ada acara seperti ini. Alhamdulillah seiring pandemi Covid sudah melandai, Festival Bubur Suro pada tahun ini bisa kembali digelar. Acara serupa dulu pernah diadakan terakhir tahun 2019, tetapi tidak seramai tahun ini. Mudah-mudahan bisa membawa keberkahan, semangat, serta energi baru bagi kita semua untuk senantiasa guyub rukun,” ujar Aaf.

Aaf menjelaskan bahwa, usai pandemi Covid ini mereda, Pemerintah Kota Pekalongan fokus pada pemulihan ekonomi. Disampaikan Aaf, kegiatan Festival Bubur Suro ini menjadi tradisi untuk terus memelihara budaya dan tradisi khas Kota Pekalongan, karena bubur Suro ini hanya ditemukan di Kota Pekalongan, tepatnya di Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara. Bubur Suro ini sendiri terbuat dari beras dengan ditambah berbagai bumbu, rempah, jinten, kacang hijau, santan, dan dihiasai dengan irisan mentimun, telur ayam, dan sebagainya.

“Kami menyambut baik, dalam proses persiapan hingga pelaksanaan Festival ini, masyarakat luar biasa guyub rukun, bahkan dalam pembuatannya pun anak-anak muda Krapyak terlibat langsung. Festival Bubur Suro ini diharapkan bisa menjadi momentum lebih mengenalkan tradisi ini kepada masyarakat luas, terutama diseluruh Indonesia. Tidak hanya itu, bubur suro ini diharapkan menjadi icon hidangan khas (Signature Dish) of Kota Pekalongan yang terkenal, selain megono dan tauto,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Bubur Suro Tahun 2022, Ihwanudin menerangkan bahwa, acara ini telah dibuka sejak pagi tadi, dimulai dengan bazar kuliner daerah, lomba menggambar, pertunjukkan pantomim dan lomba peragaan busana tingkat SD. Pada acara malam puncaknya diisi dengan acara kirab gunungan bubur suro, ceremonial sarung batik motif Jlamprang dan pertunjukan gamelan dari Komunitas Gamelan Lestari Laras, serta penyerahan hadiah lomba.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan meramaikan Festival Bubur Suro ini. Semoga di event serupa berikutnya bisa kembali digelar dengan lebih meriah lagi,” pungkasnya.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *