Viral Bantuan Makanan Terdapat Belatung, Dinsos-P2KB dan Kelurahan Lakukan Kroscek di Lapangan

banner 468x60

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk , dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) setempat menanggapi viralnya dugaan bantuan makanan yang terdapat belatung di wilayah Kelurahan Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Sejak munculnya berita di media sosial, Dinsos-P2KB pada Kamis malam, 15 Desember 2022 langsung mendatangi dan menyisir warga yang menerima bantuan tersebut.

Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosyidi melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Zaenal Muhibbin menjelaskan bahwa, bantuan makanan yang diberikan berasal dari Kementerian Sosial RI, dimana bantuan makanan itu memiliki kemasan yang kuat dan sudah memiliki ISO 22000 yang merupakan standar manajemen keamanan pangan sehingga kualitasnya terjamin.

“Kami mendistribusikan bantuan ke Kelurahan yang membutuhkan dalam keadaan masih tersegel,” ucap Muhibbin, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (16/12/2022).

Muhibbin menerangkan bahwa, pada tahun 2022 ini, Dinsos-P2KB menerima bantuan logistik dari Kementerian Sosial sebanyak dua kali yakni pada Bulan 2 Februari dan 26 Mei 2022. Dimana, sebagian logistik sudah didistribusikan saat kejadian banjir pada Bulan Februari, Mei, dan Juni 2022. kemudian sisanya pada 6 Desember 2022 dilakukan pendistribusian kembali karena terjadi banjir rob.

“Bantuan Kemensos yang kami didistribusikan ke korban terdampak banjir kemarin kami yakin tidak ada permasalahan seperti yang disangkakan oleh oknum di postingan viral tersebut,” terangnya.

Ditambahkan Pekerja Sosial Muda pada Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Wildan Zuhad bahwa, selama persiapan pendistribusian bantuan tersebut, petugas Dinsos-P2KB dan Kelurahan setempat belum menemukan kemasan yang rusak. Artinya, kemasan makanan siap saji itu masih utuh dan bagus serta tidak ditemukan adanya kerusakan, yang menimbulkan celah adanya belatung. Packing barang yang di distribusikan pun per jenis makanan (Makanan siap saji/Lauk pauk siap saji/makanan anak) tidak di campur dengan jenis yang lain, sehingga kami terkejut berita yang beredar di instagram yang diunggah di akun Pekalongan Info.

Lanjutnya, sementara, terkait packaging bantuan bertuliskan “Bantuan Makanan Anak Tahun 2021″ itu dimaksudkan bahwa pengadaan dari Kemensos RI di tahun 2021 kemudian baru diterima di Dinsos-P2KB Kota Pekalongan pada Bulan Februari 2022. ” Setelah diterima pun kemasannya masih segelan semua, tidak ada yang terbuka. Setelah kami telusuri di lapangan bersama pihak kelurahan, justru tanggapan warga Kelurahan Krapyak yang menerima bantuan di RW 01 dan RW 20 berpendapat bahwa tidak ada masalah apapun dan enak enak saja serta tidak ada yang mengembalikan bantuan tersebut baik ke kelurahan maupun ke Dinsos-P2KB. Kalau ada yang suka atau kurang suka rasanya hanya selera lidah masing-masing,” imbuh Wildan.

Terpisah, Lurah Krapyak, Banar Budi Raharjo melalui Kepala Seksi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat pada Kelurahan Krapyak, Asrofudin menyampaikan bahwa, setelah adanya berita tersebut, Lurah Krapyak beserta jajarannya langsung mendatangi warga yang menerima bantuan ini dan belum menemukan warga yang memposting melalui akun media sosial.

“Kejadian banjir rob di wilayah Krapyak ini memang terakhir kemarin yang besar di awal Bulan Desember 2022 yang mengakibatkan dua RW di kelurahan kami terdampak cukup parah yaitu di RW 01 dan RW 20. Dua RW itu menerima bantuan Kemensos RI melalui Dinsos-P2KB Kota Pekalongan berupa 100 paket makanan siap saji, 50 lauk pauk, 25 makanan anak, selimut, matras, pakaian, dan sebagainya,” beber Asrof.

Asrof mengimbau warga jika menerima bantuan makanan atau apapun dalam kondisi rusak, segera melaporkan ke kelurahan atau Dinsos-P2KB.” Kami langsung kroscek ke lapangan menemui RW dan para warga yang menerima bantuan tersebut. Dari hasil pantauan kami, bahwa tidak ditemukan kondisi bantuan yang seperti dipostingan video ig @pekalonganinfo tersebut. Sampai sekarang pun warga belum ada yang komplain ke kami. Kami berharap, warga bisa mengecek terlebih dahulu kondisi kemasan bantuan tersebut, jika memang kondisinya rusak bisa langsung konfirmasi ke kelurahan atau dinas terkait, jangan asal upload ke media sosial apalagi kalau postingannya tidak benar termasuk menyebarkan berita hoax,” pungkas Asrof. (Dinkominfo Kota Pekalongan/Dian).

https://www.instagram.com/p/CmLas6Lrlmx/?igshid=MTg0ZDhmNDA=

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *