Kurikulum Merdeka, Guru Dituntut Lebih Kreatif dan Melek IT

NEWS226 Views
banner 468x60

Kota Pekalongan – Berbagai kalangan telah dimudahkan dalam mengakses suatu informasi. Semua juga bisa mendapatkan berbagai fasilitas dari perkembangan teknologi yang terkoneksi dengan internet. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk satuan pendidikan, khususnya para pengajar agar lebih melek digital. Sehingga, para pengajar dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mengembangkan kreatifitas mengajarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim menjelaskan bahwa, penerapan Kurikulum Merdeka Belajar menuntut para guru dan tenaga pendidik melek akan teknologi informasi. Pasalnya, kurikulum ini dikembangkan dengan lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik. Seperti diketahui, Kurikulum Merdeka menjadi salah satu program yang dilakukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengatasi ketertinggalan dan hilangnya pembelajaran (learning loss) di satuan jenjang pendidikan.

“Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) ini memang memerlukan tantangan tersendiri bagi pendidik/guru. Sebab, sekarang zamannya sudah serba dogital, dimana terkadang ada guru yang memang usianya dalam kategori sudah sepuh, maka IKM ini harus menggunakan sistem daring atau IT, artinya ramah terhadap peralatan teknologi digital, mereka terkadang mengalami kesulitan,” ujar Zainul, saat ditemui usai kegiatan Arahan dan dialog Walikota Pekalongan bersama para Kepala Sekolah se-Kota Pekalongan mulai tingkat PAUD/TK hingga SMP sederajat, bertempat di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Senin ( 22/8/2022).

Zainul tak memungkiri bahwa, pembelajaran sekarang menuntut tenaga pendidik melek pada teknologi. Sehingga, pelaksanaan kurikulum ini harus diimbangi dengan pelatihan yang cukup. Zainul menegaskan, Dinas Pendidikan berupaya hadir dengan memberikan pelatihan-pelatihan atau workshop bagi pengembangan kompetensi para guru agar mulai familiar dan melek IT. Disamping itu, para guru mampu mengkreasikan model-model pembelajaran yang memudahkan para peserta didik.

Pasalnya, konsep dari arah Implementasi Kurikulum Merdeka ini, dari Kementerian tidak melihat ada istilah anak yang pandai, atau bodoh. Semua anak dalam porsi sama dan memiliki potensi.

“Oleh karena itu, tuntutannya pada guru harus profesional, menguasai metode pembelajaran, kurikulum, termasuk pemanfaatan IT. Bahkan, di jenjang PAUD pun sekarang harus seperti itu. Jadi, guru harus lebih kreatif dan profesional dibandingkan dengan kebijakan sistem pendidikan yang lama,” tandasnya.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *