Kota Pekalongan – Tim juri dari Direktorat Ketahahan Remaja (Dithanrem) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat melaksanakan verifikasi hasil penilaian Apresiasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Percontohan Tingkat Nasional di Pusat Informasi Konseling Mahasiswa (PIKMA) Sriwijaya Universitas Pekalongan (Unikal). Kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut atas terpilihnya PIKMA Sriwijaya Unikal yang terpilih sebagai Top 3 Lomba Apresiasi PIK-R Percontohan Segmentasi Kolaborasi Usia 20-24 Tahun Tingkat Nasional yang digelar BKKBN RI, bertempat di Hall Kampus Unikal Gedung C Lantai 3, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Selasa (19/7/2022). Tim verifikasi melihat dan menilai langsung PIKMA Sriwijaya Unikal sehingga layak masuk 3 besar dan harapannya mampu menjadi yang terbaik.
Koordinator Lembaga Bina Ketahanan Remaja pada Dithanrem BKKBN RI, Priyanti mengungkapkan bahwa, PIK-R merupakan wadah kegiatan program Generasi Berencana (GENRE) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja, guna memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya. Pada kesempatan ini, PIKMA Sriwijaya Unikal mewakili Kota Pekalongan sekaligus Jawa Tengah masuk dalam Top 3 Nominees PIK-R Percontohan Segmentasi Berkolaborasi, usia 20-24 tahun, bersama 3 Provinsi lain yakni PIKMA UIN Bandung, Jawa Barat, PIK-R Provinsi Sulawesi Selatan Jalur Masyarakat, PIK-R Provinsi Nusa Tenggara Barat jalur kampus.
“PIKMA Sriwijaya Unikal Jawa Tengah ini sudah mampu untuk berkolaborasi dalam menekan rasa keinginan remaja nikah di usia anak, sehingga mampu berprestasi lebih tinggi lagi dan otomatis diharapkan menurunkan angka kasus stunting sebanyak 3,5 persen,” ucap Priyanti.
Priyanti menyebutkan, di Provinsi Jawa Tengah sendiri, angka pernikahan anak cukup tinggi, yakni sekitar 13.500 anak menikah per tahunnya. Dimana, 85 persen yang menikah tersebut merupakan remaja putri. Sehingga, adanya PIKMA Sriwijaya Unikal ini dengan total jumlah mahasiswanya sekitar 6.500 secara tidak langsung diharapkan mampu mengurangi tingkat pernikahan anak usia dini. Sebab, menurutnya, kasus pernikahan anak usia dini ini erat kaitannya dengan penyebab anak yang dilahirkan menjadi stunting. Dipaparkan Priyanti, untuk Kota Pekalongan sendiri berdasarkan data, kasus stunting di Kota Batik ini mencapai 20,6 persen. Hal ini berhubungan dengan adanya kasus pernikahan anak, sebab pada saat remaja putri itu menikah di usia dini, perkembangan rahim yang dimilikinya ini belum terbentuk sempurna. Jika dipaksakan untuk pemenuhan gizi terhadap remaja putri belum lengkap, tetapi ia pun harus berbagi gizi dengan janinnya, pada akhirnya anak yang dilahirkan akan mengalami stunting.
“Adapun untuk aspek penilaiannya dalam verifikasi ini diantaranya keaktifan para pengurus PIKMA yang harus terdokumentasikan dengan baik, kemudian para pengurus ini apakah sudah melaporkan secara rutin kegiatan maupun program-program PIKMA nya di aplikasi New SIGA (Sistem Informasi Keluarga) milik BKKBN Pusat, dan sebagainya. Usai verifikasi ini, sekitar awal Agustus akan diumumkan pemenangnya. Kemudian, para nominasi akan diundang ke Adu Jaknas (Ajang Kreativitas Duta Jambore Nasional ) Duta Genre di Yogyakarta pada pertengahan Bulan Agustus mendatang,” tegasnya.
Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan, Yos Rosyidi yang hadir mewakili Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid menyampaikan apresiasi dan selamat kepada PIKMA Sriwijaya Unikal yang berhasil mewakili Jawa Tengah menjadi Top 3 PIK-R Segmentasi Usia 20-24 Tahun di tingkat Nasional. Pihaknya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan kelancaran Program Bangga Kencana, dimana peran PIKMA Sriwijaya Unikal selama ini tidak hanya menyukseskan Program Genre, tetapi juga dalam penyusunan program melalui koalisi kependudukan dan pencegahan stunting melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yos, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa, dalam Program Generasi Berencana (Genre) dalam implementasiannya melalui dua jalur, yakni jalur pendidikan dan jalur kemasyarakatan yang diwadahi dalam Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) baik di jenjang SMP, SMA, hingga Universitas sederajat.
“Untuk penilaian diadakan setiap tahun, dan untuk di tahun 2021 lalu, yang juara di tingkat kota adalah PIKMA Sriwijaya. Kemudian, dinilai oleh tingkat Provinsi Jawa Tengah menjadi Percontohan I untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dan masuk Top Three di tingkat Nasional. Pada hari tengah dilakukan verifikasi hasil penilaian oleh tim juri dari pusat, mudah-mudahan hasilnya nanti bisa maksimal,” ungkap Yos.
Dikatakan Yos, selama ini Dinsos-P2KB Kota Pekalongan secara intens memberikan pembinaan kepada PIK-R maupun PIKMA yang ada di sekolah maupun kampus-kampus di Kota Pekalongan. Sebab, kelompok remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap resiko triad (tiga masalah pokok) kesehatan reproduksi remaja (KRR), yakni, seksualitas (pergaulan seks bebas), HIV/AIDS dan penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba).
“Disamping itu, sekarang kami juga fokus pada permasalahan stunting, karena salah satu sasaran program penanganan stunting adalah remaja. Dimana, ada lima sasaran didalamnya yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca melahirkan, dan anak usia 0-59 bulan. Namun, demikian, 4 sasaran lain selain remaja, sudah dilakukan oleh pendamping keluarga, sementara untuk remaja menjadi domain dari PIK-R baik jalur kemasyarakatan maupun jalur pendidikan,” papar Yos.
Wakil Rektor III Unikal, M Fajru Sidqi, menerangka bahwa, PIKMA Sriwijaya Unikal sendiri sudah terbentuk sejak tahun 2010 yang orientasi pada pengabdian masyarakat cukup tinggi sebagai salah satu UKM yang menjadi corongnya Unikal untuk melakukan pengabdian, khususnya berkaitan dengan masalah lingkungan, kesehatan remaja, maupun kesehatan teman sebaya diantara mahasiswa di dalam maupun luar kampus.
“PIKMA Sriwijaya Unikal telah menjalin kolaborasi yang baik dengan Pemkot Pekalongan untuk mendukung program-program PIKMA di dalamnya. Melalui kolaborasi dan pembinaan selama ini, Alhamdulillah pada akhirnya kami bisa berhasil masuk dalam Top 3 Lomba Apresiasi PIK-R Percontohan Segmentasi Kolaborasi Usia 20-24 Tahun Tingkat Nasional yang digelar BKKBN RI. Tentu hal ini sangat bermanfaat, menjadi sebuah kebanggaan dan keuntungan tersendiri bagi kampus kami,” tandas Fajru.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)