Kota Pekalongan Miliki 27 Stasiun Pompa, Masyarakat Diminta Turut Serta Menjaga Keberlangsungan

NEWS235 Views
banner 468x60

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat akan memiliki stasiun pompa sebanyak 27 buah pada tahun 2022 ini. Dimana, sebelumnya 26 stasiun pompa yang dikelola oleh Pemkot, 24 pompa diantaranya telah beroperasi setiap harinya. Dua stasiun pompa yang berada di Kandang Panjang dan Widoro tidak dioperasionalkan, sebab satu stasiun pompa yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana yaitu di Stasiun Pompa Pabean mampu menyedot air di dua wilayah tersebut.

Kepala DPUPR Kota Pekalongan melalui Teknik Pengairan Muda, Donny Agung Prihanto menyebutkan bahwa, kapasitas rata-rata stasiun pompa yang dimiliki Kota Pekalongan untuk skala wilayah berkisar 300-1200 liter per detik.

“Sementara untuk upaya pemeliharaan pompa secara rutin dilakukan, diantaranya dengan menempatkan penjaga pompa di setiap lokasi stasiun pompa yang ada untuk disiagakan melakukan pembersihan, pengecekan, hingga perawatan kondisi pompa. Jika kondisi pompa rusak dan tidak bisa ditangani oleh penjaga, maka DPUPR akan mendatangkan teknisi perbaikan pompa,” tutur Donny saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (19/7/2022).

Diterangkan Donny, ada beberapa stasiun pompa yang disiagakan 24 jam dengan system shift, diantaranya Stasiun Pompa Sipucung, Randujajar, Kramatsari, dan lokasi stasiun pompa lainnya. Pihaknya berharap, untuk menjaga keberlangsungan kondisi pompa agar tidak rusak, pemerintah bersama masyarakat diminta untuk turut serta menjaga kebersihan saluran terutama dari masalah sampah. Pasalnya, salah satu penyebab banjir dan pompa tidak dapat beroperasional secara maksimal adalah adanya sampah yang ada di sungai maupun saluran dan lingkungan sekitar.

“Walaupun di setiap stasiun pompa sudah ada pengaman berupa kisi-kisi, tetapi tidak menutup kemungkinan sampah tersebut bisa masuk ke dalam kolam retensi yang nantinya bisa menyumbat popa yang ada. Jika sampah tersebut masuk ke pompa, bisa menyebabkan kerusakan, sedangkan jika pompa tersebut diperbaiki juga akan membutuhkan waktu dan biaya. Jadi, kami harapkan masyarakat ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *