Kota Pekalongan – Setelah melalui proses panjang, diawali dengan melakukan kunjungan ke Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di kota Bandung oleh Bunda Literasi sekaligus bunda PAUD, Inggit Soraya, kini SKB Kota Pekalongan sudah memiliki 31 peserta didik dan telah memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Saat memberikan sambutan di hadapan sejumlah siswa dan orang tua, dengan mata berkaca-kaca Inggit mengucapkan rasa syukur karena saat ini kota Pekalongan telah memiliki SKB, “Proses ini berjalannya sangat panjang, cita-cita kita selama ini alhamdulillah mulai terwujud, ketika kita berkunjung ke SKB Bandung kemudian kita terinspirasi bahwa di Kota Pekalongan belum ada akhirnya kita mencari tempat dan untuk sementara di SDN Keputran 4,” ucap Inggit saat memonitoring pelaksanaan awal KBM do SKB, Senin (11/7/2022)
Meskipun saat ini SKB belum memiliki tempat mandiri, bersama stakeholder terkait Inggit berupaya untuk melakukan renovasi di SDN 4 Keputran sebelum nantinya akan menempati tempat yang lebih representatif, “Kita memang butuh renovasi untuk tahun ini, targetnya selesai tahun di 2023 untuk sementara satu lantai di SDN Keputran 4, mudah-mudahan bisa dialihkan di tempat representatif di kecamatan Pekalongan Selatan,” tambahnya.
Inggit berharap tidak ada lagi anak Pekalongan yang putus sekolah maupun kurang pendidikan dengan alasan apapun, karena di SKB siswa tidak dipungut biaya (gratis), “Alhamdulillah saat ini SKB sudah mendapatkan peserta didik 31, semoga semakin banyak lagi anak yang memang putus sekolah atau kurang mampu untuk bisa diarahkan ke SKB, intinya tujuan kita tidak ada anak yang putus sekolah dan pendidikannya kurang, minimal paling tidak sampai jenjang SMA,” tandasnya.
Lebih lanjut, disampaikan Inggit tidak hanya pendidikan formal, SKD juga memberikan ruang pelatihan keterampilan kepada peserta didik sehingga usai lulus, mereka memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan untuk bekal hidup nantinya, “Setelah lulus SMA mungkin bisa melanjutkan ke jenjang selanjutnya ataupun paling tidak sudah punya ketrampilan bisa untuk modal nantinya, sehingga tidak ada anak putus sekolah, tidak ada pengangguran,” harap Inggit.
Dalam kesempatan tersebut, Inggit menyampaikan anak berkebutuhan khusus yang tidak tertampung pada lembaga pendidikan lain dapat bergabung di SKB melalui program pendidikan inklusi.
Inggit mengajak agar peserta didik terus bersemangat mengikuti kegiatan belajar belajar dan mengajak tenaga pendidik untuk tetap semangat dan sabar agar pelayanan SKB dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota Pekalongan dengan baik dan lancar.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)