Kota Pekalongan – Selama pandemi, industri kecil menengah (IKM) yang bergerak di sektor makanan dan minuman (mamin) meningkat strategis, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja kota Pekalongan mencatat di tahun 2020 jumlah IKM sekitar 1600 dan pada tahun 2021 berkembang menjadi 2451 IKM.
“Meskipun didera pandemi, IKM sektor makanan dan minuman ini tumbuh luar biasa, jumlahnya naik lumayan banyak, dari sekitar 1600 IKM makanan minuman pada tahun 2020, kemudian tahun 2021 desember, tercatat menjadi 2451 IKM,” terang Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso, Rabu (22/6/2022).
Budi menilai sektor makanan dan minuman atau kuliner ini merupakan salah satu sektor yang mudah dikembangkan dan memiliki pasar lokal luas, sehingga minat masyarakat untuk memulai industri mamin sangat tinggi. Sebab, untuk membuka sektor ini, tidak membutuhkan jumlah pekerja yang terlalu banyak.
Lebih lanjut ia menambahkan, hampir 30 persen dari 8000 industri kecil menengah di kota Pekalongan didominasi oleh sektor mamin, sekitar 2450 IKM.
“Kami memandang ini merupakan sektor strategis yang pasar lokalnya itu pasti ada, sehingga jika dikembangkan masyarakat bisa jadi salah satu sektor elemen ekonomi pilihan masyarakat,” pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)