Jabat Kembali Ketua PMI, Dwi Arie Upayakan Peningkatan Pelayanan Administrasi dan UDD

News206 Views
banner 468x60

Kota Pekalongan – Dwi Arie Putranto kembali terpilih sebagai Ketua Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan masa bhakti 2022-2027. Arie bersama anggota pengurus lainnya dilantik oleh Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, disaksikan oleh Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, SE bertempat di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Selasa siang (21/6/2022).

Usai dilantik, Arie mengaku bahwa, pelantikan kepengurusan PMI ini merupakan amanah yang harus diembannya bersama pengurus PMI lainnya untuk membawa nama baik PMI Kota Pekalongan lima tahun mendatang. Dalam kepengurusannya nanti, Arie mengatakan ada dua kesepakatan yang sudah dibahas oleh kepengurusan lama dan baru PMI Kota Pekalongan, yakni pertama adalah di bidang administrasi. Perihal keuangan yang dulunya melalui dua pintu, yaitu unit donor darah dan markas akan dijadikan melalui satu pintu.

“Ke depan kami sudah sepakat di jajaran pengurus PMI lama maupun baru, bahwa ada dua hal yang paling penting di PMI ke depannya. Yang pertama, di bidang administrasi atau keuangan di dalam PMI Kota Pekalongan harus melalui satu pintu. Pasalnya, artinya kalau selama ini ada dua pintu, yaitu Unit Donor Darah (UDD) dan Markas PMI, nanti kita jadikan satu sebagaimna diamanatkan Undang-Undang dan arahan dari Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah tadi harus lewat satu pintu,” tutur Arie.

Kedua, berhubungan dengan pelayanan donor darah. Menurutnya, ke depan, Unit Donor Darah (UDD) harus sudah bersertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Benar (CPOB). Sehingga, ketika pelayanan ini sudah tersertifikasi, pada melaksanakan donor darah, maka keamanannya sudah terjamin. Disamping itu, manakala pelayanan UDD sudah tersertifikasi CPOB, artinya ada perbaikan-perbaikan pada infrastruktur UDD baik itu gedung, sarana dan prasarana laboratorium, Sumber Daya Manusia (SDM), dan sebagainya.

“Untuk tugas pelayanan PMI lain seperti tugas kebencanaan sudah merupakan kegiatan rutin. Sementara, untuk UDD PMI Kota Pekalongan sehari minimal membutuhkan 30 orang pendonor, dalam sebulan sebanyak 900-1000 pendonor sebagai upaya supply demand. Maka, dalam setahun target kami sebanyak 11 hingga 12 ribu pendonor. Paling tidak dalam 5 tahun ke depan, target kami pelayanan UDD PMI ini bisa tersertifikasi CPOB,” tandasnya.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *