Kota Pekalongan – Vaksin hewan ternak khusus untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) telah tiba di Indonesia. Vaksin ini didatangkan langsung dari Prancis. Kendati telah disalurkan ke beberapa titik wilayah di Indonesia, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) setempat masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai hal ini. Pasalnya, hingga saat ini, Kota Pekalongan belum mendapatkan informasi terkait kapan dan jumlah distribusi vaksin PMK yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada peternak di wilayah tersebut.
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Muadi menjelaskan bahwa, sesuai arahan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Kementerian Pertanian RI bahwa, pada tanggal 14 Juni kemarin, Pemerintah Pusat sudah mulai mendistribusikan vaksin untuk PMK ke beberapa daerah di Indonesia. Hal ini dinilai penting, karena sebagai salah satu upaya mencegah dan menekan penularan PMK pada hewan-hewan ternak, terutama menjelang momentum Idul Adha.
“Salah satu upaya untuk bagaimana mencegah penularan PMK adalah hewan hewan ternak ini bisa ditingkatkan imunitasnya seperti manusia pada umumnya di tengah pandemi Covid kemarin wajib divaksin, pada hewan ternak pun untuk mencegah penyebaran PMK perlu divaksin,” tutur Muadi, belum lama ini.
Menurutnya, saat ini pemerintah sangat fokus dan serius menangani PMK. Dengan adanya vaksin tersebut, masyarakat pemilik ternak diminta tidak panik. Meski sudah mulai didistribusikan di sejumlah daerah, namun vaksinasi PMK ini diprioritaskan bagi daerah-daerah zona berat yang kasus penyebaran PMKnya tinggi seperti di Aceh dan Jawa Timur sebagai daerah yang pertama kali muncul wabah PMK di Indonesia. Pihaknya menyebutkan, untuk Di Kota Pekalongan sudah ada 124 ekor hewan ternak yang suspek PMK, dan 58 ekor diantaranya dinyatakan sembuh, serta 24 ekor hewan sisanya mati/dijual.
“Kota Pekalongan masih menunggu instruksi lebih lanjut untuk distribusi vaksin PMK ini. Alhamdulillah, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) sudah membentuk Tim URC (Unit Reaksi Cepat), sehingga begitu ada laporan dari masyarakat yang hewan ternaknya terindikasi suspek PMK bisa langsung ditindaklanjuti untuk penanganannya sedari dini. Bahkan, petani dan peternak di Kota Pekalongan ini sudah cerdas, mereka sering memberikan jamu herbal untuk menjaga stamina hewan ternaknya,” pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)