Kota Pekalongan – Sebagai persiapan pencanangan bulan imunisasi anak nasional (BIAN) yang akan dimulai pada bulan Agustus 2022, pemerintah Kota Pekalongan berupaya mengejar capaian imunisasi anak yang tertinggal akibat 2 tahun pandemi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto SKM MKes mengungkapkan bahwa menyambut bulan imunisasi anak nasional yang akan dimulai pada bulan Agustus di pulau Jawa, dimanfaatkan oleh pihaknya untuk memaksimalkan capaian imunisasi anak yang belum lengkap akibat terkendala pandemi.
“Untuk sasaran imunisasi, diutamakan untuk balita, jadi dengan adanya pandemi, anak-anak kita banyak yang belum diimunisasi secara lengkap dan ini kesempatan untuk mengejar supaya anak-anak yang belum lengkap imunisasinya ini segera ke faskes untuk diimunisasi secara lengkap,” katanya saat ditemui pada kegiatan daring pencanangan BIAN di ruang covid, Kamis (2/6/2022).
Lebih lanjut, Budi berharap di bulan imunisasi anak nasional tahun 2022 ini, anak-anak di kota Pekalongan mendapat imunisasi lengkap,”Minimal imunisasi 95 persen tetapi mudah-mudahan bisa 100 persen seluruh balita kota pekalongan memperoleh imunisasi lengkap,” tandasnya.
Sementara itu, ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengatakan sebagai organisasi yang terlibat dalam pelaksanaan BIAN, pihaknya berkomitmen melalui kader PKK pada kelompok kerja (pokja) IV mengajak masyarakat khususnya para ibu untuk memberi perhatian yang lebih akan pentingnya pemberian imunisasi dasar yang lengkap kepada anak mereka.
“Bulan imunisasi anak nasional yang dilaksanakan di bulan agustus, tapi untuk imunisasi kejar dimulai sejak sekarang karena selama 2 tahun pandemi, orang tua kurang perhatian untuk imunisasi anak, semoga sebelum pencanangan BIAN ini anak-anak sudah dapat imunisasi sudah lengkap,” tutur Inggit.
Inggit berharap dengan adanya kolaborasi antara organisasi perangkat daerah terkait, TP PKK Kota Pekalongan dapat berkontribusi untuk mensukseskan imunisasi sehingga generasi di kota Pekalongan terhindar dari penyakit berbahaya yang mungkin terjadi.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)