Pekalonganinfo.com, Kajen – Untuk memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari ini (22/10), seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menggunakan sarung, baju koko, dan peci bagi laki-laki, serta baju muslimah bagi perempuan.
Kebijakan ini saya keluarkan, mengingat kultur daerah yang memang dikenal sebagai Kotanya Santri, serta Hari Santri Nasional ini juga sudah menjadi keputusan pemerintah. Sehingga, wajar sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para santri kita menggunakan pakaian ala santri.
Santri sendiri di Kabupaten Pekalongan telah berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan. Hal itu dilakukan melalui pembangunan karakter, keimanan, dan ketaqwaan manusia Indonesia seutuhnya.
Dengan lidahnya para santri, dengan ilmunya para ulama, dan keikhlasan mereka maka masyarakat Kabupaten Pekalongan menjadi religi. Kalau tidak ada para santri, estafet keimanan, ketaqwaan mau siapa lagi? Karena ulama adalah pewaris Rasulullah dan para nabi.
Dengan adanya Hari Santri ini, saya berharap bisa meningkatan keimanan dan ketaqwaan para ASN di Pemkab Pekalongan. Hal ini identik dengan para santri yang memiliki akhlak dan karakter, serta keimanan dan ketaqwaan yang baik.
Pakaian ala santri ini melambangkan kepribadian. Harapan kami para ASN memperhatikan generasi muda khususnya dalam bidang pendidikan keakhiratan. Jangan sampai masyarakat hari ini mementingkan duniawi saja.