Kota Pekalongan – UPTD Museum Batik Pekalongan dibawah naungan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan menyerahkan hadiah Lomba Membatik Dari Rumah dan Lomba VLOG yang telah digelar beberapa waktu lalu. Penyerahan hadiah lomba tersebut dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 yang ketat. Hadiah lomba berupa piala dan uang pembinaan diserahkan langsung oleh Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno,SH,MM didampingi Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Bambang Saptono kepada para pemenang lomba, bertempat di Halaman Museum Batik Pekalongan, Jumat (16/10/2020).
Usai menyerahkan hadiah, Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sutarno,SH,MM menjelaskan bahwa lomba membatik dari rumah dan lomba vlog ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Batik Nasional sekaligus Hari Museum Indonesia yang jatuh di bulan yang sama.
“Barusan kami serahkan hadiah lomba peringatan Hari Batik Nasional sekaligus Hari Museum Indonesia yang jatuh di bulan yang sama di Bulan Oktober. Lomba ini secara rutin kami gelar setiap tahun dengan tujuan sebagai upaya pelestarian batik dimana yang sudah diketahui bersama Kota Pekalongan ini sebagai Kota Batik yang hasil produksi batiknya sudah tidak bisa diragukan lagi kualitasnya,” terang Sutarno.
Dalam pelaksanaan lomba membatik yang diikuti oleh kalangan pelajar dan masyarakat umum ini, lanjut Sutarno, tata caranya proses membatik dilakukan di rumah masing-masing yang direkam dalam bentuk video berdurasi minimal 2 menit yang dikirimkan hasil videonya ke UPTD Museum Batik melalui email agar bisa dinilai keasliannya oleh tim juri yang telah ditunjuk. Menurutnya, tahun ini pelaksanaannya memang berbeda dari tahun sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19, sehingga proses membatiknya dikerjakan dari rumah untuk mengurangi adanya kerumunan.
“Alhamdulillah antusias dari peserta lomba kemarin sangat tinggi sekali dan kami berharap minat mereka dalam pelestarian batik ini bisa dilakukan terus menerus. Pasalnya, kebanyakan orang memandang membatik ini hanya bisa dilakukan oleh generasi tua, tetapi dengan adanya lomba ini yang melibatkan generasi muda dari kalangan pelajar dari tingkat TK,SD,SMP, SMA sederajat dan masyarakat umum ini paling tidak bisa mengajak generasi muda untuk terus cinta dan melestarikan batik terlebih batik Pekalongan ini sudah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda dari Indonesia yang harus terus dijaga pelestariannya,” papar Sutarno.
Ditambahkan Kepala UPTD Museum Batik Pekalongan, Bambang Saptono, bahwa dalam penyerahan hadiah lomba ini mengedepankan protokol kesehatan guna menekan penyebaran Covid-19. Dituturkan Bambang, pemenang lomba wajib mengikuti prokes seperti memakai masker, ukur suhu tubuh, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta adanya pembatasan orang untuk menghindari kerumunan.
“Lomba membatik dari rumah ini diantaranya lomba mewarnai batik Plankan untuk tingkat TK/RA, lomba membatik dari rumah tingkat SMP/MTS, SMA/MA, serta kategori masyarakat umum. Sedangkan, Lomba Vlog ini kemarin pengambilan konten video dilakukan di Museum Batik Pekalongan. Peserta tidak hanya dari Kota Pekalongan saja, melainkan juga dari daerah lain seperti Jogja, Riau, Kendal, Semarang, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pekalongan. Hasil karya membatik dari rumah yang menang ini akan dipamerkan di Ruang Pamer II Museum Batik Pekalongan. Kami berharap, generasi muda ini selalu semangat melestarikan budaya batik,” tandas Bambang.
Sumber Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan