Kota Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang jatuh setiap tanggal 16 Oktober, Dinas Peternakan dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan pada tahun ini tidak menyelenggarakan seremonial seperti tahun sebelumnya, mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinperpa setempat, Zainul Hakim SH MHum saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2020).
Hakim menyampaikan bahwa berbeda dengan tahun sebelumnya HPS digelar dengan kegiatan gerakan makan sayur dan gerakan minum susu, pada tahun ini justru peringatan HPS ditekankan pada ketahanan pangan dan daya beli masyarakat yang lebih baik.
“Dalam rangka memperingati hari pangan sedunia kami memperingati dengan cara yang sederhana, diketahui oleh khalayak umum bahwa saat ini tengah dalam suasana Covid-19. Sehingga yang biasanya di tingkat kota kami selenggarakan gerakan makan sayur dan gerakan minum susu, tahun ini kami justru proaktif melakukan pelayanan masyarakat. Kebetulan memang masih suasana pandemi, sehingga ketahanan pangan menjadi pilar utama. Harapannya kebutuhan pangan dan daya beli masyarakat bisa lebih baik, meskipun ekonomi masyarakat menurun karena dampak Covid-19,” ungkap Hakim.
Hakim menambahkan, pada HPS ini pihaknya tengah menyiapkan tim lomba cipta menu yang akan mewakili Kota Pekalongan di tingkat provinsi. “Momen ini kami tekankan untuk proaktif melayani masyarakat. Hari ini kami bekerjasama dengan pokja 3 tim PKK kota Pekalongan mengadakan rapat lomba cipta menu pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) yang akan kami ikut sertakan di tingkat provinsi pada 10 November 2020 mendatang,” imbuh Hakim.
Sejumlah rangkaian kegiatan untuk memeriahkan peringatan Hari Pangan Sedunia sudah dilakukan seperti penyaluran bantuan di tiga Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) melalui Bidang Ketahanan Pangan, kegiatan pengembangan bantuan budidaya padi khusus dan penyaluran bantuan Kementerian Pertanian yakni bantuan benih padi varietas hera subsidi melalui bidang Pertanian, Tanaman Budidaya, dan Holtikultura, serta kegiatan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular dengan memberikan vaksinasi gratis pada 19 Oktober – 21 Oktober mendatang melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
“Melalui Bidang Ketahanan Pangan, kami telah membagikan bantuan dari dana DID yang sebelumnya telah kami usulkan. Bantuan tersebut kami salurkan kepada tiga KRPL yakni KRPL Usaha Tani Mandiri yang berada di Padukuhan Kraton, KRPL Nusantara tangguh Covid di Podosugih, dan KRPL Palasari di Medono. Kami berikan bantuan sarana dan prasarana hidroponik dan sudah kami serahkan pada Jumat lalu, ini menjadi rangkaian HPS,” terang Hakim.
Hakim berharap masyarakat dapat mengelola dan mengembangkan tanaman sayur dan buah terkait hidroponik maupun polybag untuk memenuhi kebutuhan sayur di tingkat lingkungan. “Kami juga menghadirkan Komunitas Pecinta Hidroponik Pekalongan (PHP) sekaligus komunitas yang dapat membantu mengakses dan menjualkan sayur secara online dari kalangan anak muda pekalongan. Selain itu, Untuk Bidang Pertanian, Tanaman, dan Holtikultura kami telah membagikan kepada kelompok tani berupa kegiatan pengembangan bantuan budidaya padi khusus yakni padi ketan varietas lusa untuk 10 hektar atau tiap kelompok tani per hektarnya 5Kg. Kemudian, bantuan pupuk NPK subsidi sebanyak 100Kg/hektar atau 1000Kg yang kami salurkan kepada kelompok tani maju di Kelurahan Gamer,” jelas Hakim.
Dinperpa juga menyalurkan bantuan dari Kementerian Pertanian melalui dana DAK berupa bantuan benih padi varietas hera yang resudi sejumlah 1.250Kg untuk 50 hektar atau 25Kg per hektar. Di samping itu bantuan pupuk organik subsidi 1 paket per hektar, biopestisida 1 paket per hektar, dan pupuk hayati 1 paket per hektar untuk kelompok tani Sri Murni di Kelurahan Sokoduwet. “Sedangkan melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan kami akan menyelenggarakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit menular berupa vaksinasi brucellosis gratis kepada 17 peternak sapi perah di tiga kecamatan yang akan digelar pada tanggal 19 Oktober hingga 21 Oktober 2020,” papar Hakim.
Hakim ingin pada HPS ini ketahanan pangan di Kota Pekalongan dapat tercukupi. “Mudah-mudahan upaya yang sudah kami lakukan ini dapat mencukupi pangan segar asal tumbuhan maupun hewan sehingga dapat mengurangi beban masyarakat yang saat ini masih menghadapi masa pandemi Covid-19,” pungkas Hakim.
Sumber Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan