Kota Pekalongan – Kota Pekalongan telah mendapatkan penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) yang merupakan penghargaan atas komitmen kesetaraan gender yakni menjadi bagian dalam melaksanakan program pembangunan di Kota Pekalongan.
Dalam struktur pemerintahan, banyak kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Pekalongan yang merupakan perempuan. Salah satunya yakni Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Pekalongan, Sri Wahyuni SH yang pernah juga pernah menjabat sebagai Asisten Pembangunan Kota Pekalongan.
Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz bahkan pernah menyebut Sri Wahyuni sebagai srikandi Tangguh di Kota Pekalongan, memiliki peran luar biasa untuk pemberdayaan perempuan. Sebelum masa purnanya 1 Februari 2020, Sri Wahyuni mengungkapkan keinginannya agar perempuan di Kota Pekalongan semakin berdaya.
“Besok, 1 Februari hari terakhir saya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah itu saya akan menyatu bersama masyarakat. Kalau menjadi bagian Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) tidak ada pensiunnya. Saya bisa mengabdi di PKK,” kata Yuni yang juga merupakan Sekretaris TP PKK Kota Pekalongan.
Menurut Yuni, pemberdayaan perempuan harus ditingkatkan. Jika perempuan berdaya perempuan akan maju. Jika perempuan berdaya dan maju maka keluarga akan sehat dan sejahtera. “Keterlibatan perempuan menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Negara tidak mungkin sejahtera jika para perempuannya dibiarkan tertinggal, tersisihkan dan tertindas, begitu juga di Kota Pekalongan,” ungkap Yuni.
Sumber Dinkominfo Kota Pekalongan