KAJEN – Dilihat dari populasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan, sebagian besar diantaranya berprofesi sebagai petani. Namun realisasinya, sumbangan pendapatan masyarakat dari petani hanya nomor dua yakni sekitar 19 persen. Sedangkan yang pertama malahan dari sektor industri pengolahan, mencapai 31 persen sehingga meski kabupaten, namun pendapatan masyarakatnya seperti kota.
”Hal ini cukup memprihatinkan sehingga kami berharap dari sektor pertanian harus ditingkatkan,” ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meresmikan lumbung pangan, lantai jemur dan ricemill di Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/1 /2020) siang. Dengan adanya peresmian lumbung padi dan lainnya, maka harapan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian bisa direalisasikan dengan baik.
Kenapa harus ada lumbung padi, Bupati menjelaskan tempat itu berfungsi untuk menyimpan hasil panen para petani yakni padi. Kalau lumbung itu kosong atau tak terisi berarti kesejahteraan para petani cukup memprihatinkan dan sebaliknya apabila penuh maka usaha yang dilakukan petani di sawah sukses. Lebih lanjut dijelaskan, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki tanggung jawab untuk subsidi swasembada pangan.
“Tahun 2019, hasil produksi pertanian berupa beras menghasilkan lebih kurang 131.000 ton dan dari jumlah tersebut, konsumsinya hampir 80 ribu ton, lalu surplusnya 51 ribu ton. Saya berharap, tahun depan kelebihan produksi beras bisa ditingkatkan dan pemerintah daerah akan mendukungnya,” terang Bupati. Dari data yang ada, luas secara keseluruhan di Kabupaten Pekalongan lebih kurang 90 ribu hektare dan 23 ribu hektare di antaranya merupakan lahan sawah.
Kemudian dari jumlah sawah yang ada, 19 ribu hektare di antaranya merupakan lahan yang tak bisa dialihfungsikan. “Adapun 4000 hektare sisa lahan berada di wilayah sekitar Kecamatan Sragi, salah satu Desa Ketanonagen,” jelasnya.
Selain peresmian lumbung pangan, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor dan pompa air serta klaim asuransi dari Jasindo. Semua bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian. Untuk itu, masyarakat maupun petani di desa itu harus bisa memaksimalkan dan mengelola dengan baik.
”Sekali lagi saya meminta dengan adanya bantuan ini dari sektor pertanian harus ditingkatkan, baik hasil maupun pendapatan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ir. H. Siswanto menjelaskan tujuan pembangunan lumbung pangan dan ricemill yakni peningkatan volume stok pangan dari masyarakat. Kemudian menjamin akses dan kecukupan pangan, khususnya Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi; lalu menjaga kestabilan harga dan gabah hasil panen petani setempat, terutama di kelompok tani.
Di samping itu juga dapat mengembangkan ekonomi produktif pada kelompok tani atau kelompok lumbung pangan. Adapun untuk bantuan alat dan mesin pertanian, harapannya memberikan kemudahan bagi para petani saat pengolahan tanah dan tanam, khususnya pada saat musim kemarau.
Kemudian dapat meningkatkan indeks pertanaman dalam rangka meningkatkan produksi selama setahun. ”Dari semula satu tanam kemudian menjadi dua tanam, dan dari dua tanam menjadi tiga kali tanam sehingga hasilnya lebih banyak,” ujarnya.
Sumber Dinkominfo Kabupaten Pekalongan